Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah seorang buruh pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram menuai sorotan. Angka tersebut menjadi perbincangan publik dan memicu kritik setelah dinilai tidak masuk akal jika dibandingkan dengan harga komoditas bawang di pasaran.

Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu bahkan menilai ada pihak di pemerintahan yang telah memasukkan data yang keliru ke dalam pidato Presiden.

Melalui akun X pribadinya, Said Didu menyebut pihak yang ia juluki sebagai “Geng SOP” telah “menyelundupkan” data terkait upah pengupas bawang ke dalam pidato Prabowo.

“Faksi Geng SOP dalam pemerintahan @prabowo sudah keterlaluan. Menyelundupkan pengupas bawang dan data palsu ke dalam pidato Presiden,” tulis Said Didu, dikutip Senin (17/8/2026).

Baca Juga: Prabowo Buka Borok BUMN: Rugi Terus, Laporannya Untung!

Tak berhenti di situ, ia kemudian membandingkan persoalan tersebut dengan kondisi di negara lain, khususnya China dan Korea Selatan.

“Kalau di China atau Korsel, orang seperti itu langsung dihukum mati,” tandasnya.

Prabowo Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu

Polemik bermula dari pidato Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memperkenalkan Susana, seorang buruh harian pengupas bawang asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga: Julukan Para Presiden RI: Jokowi 'Bapak Infrastruktur', SBY 'Bapak Perdamaian', Kalau Prabowo 'Bapak MBG'?

Prabowo menyebut Susana memperoleh upah sebesar Rp700 ribu untuk setiap kilogram bawang yang dikupas.

“Hari ini hadir bersama kita, Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram,” kata Prabowo dalam pidatonya, dikutip dari YouTube TV Parlemen.

Prabowo juga menyampaikan bahwa Susana merupakan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Bantuan tersebut disebut membantu keberlangsungan pendidikan anak-anak Susana.

Pernyataan mengenai nominal upah tersebut kemudian ramai dibahas di media sosial. Sejumlah warganet membandingkannya dengan penghasilan dari profesi mereka.

Baca Juga: Ada yang Semaput, Ada yang Sakit Sampai Dioperasi, Prabowo: Pembantu Saya Bekerja Keras Sampai Masuk RS

Salah seorang pengguna media sosial bahkan menulis, “Saya dosen, S3, Lektor Kepala. Saat ini penghasilan saya jauh dari penghasilan mengupas bawang.”

Pemerintah Cek Kebenaran Data

Di tengah polemik tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah akan mengecek kembali data yang disampaikan dalam pidato Presiden.

“Nanti kita cek ya,” ujar Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Ia mengatakan pemerintah akan memastikan detail informasi tersebut untuk mencegah munculnya kesalahpahaman di masyarakat.

“Kalau detailnya kita cek,” lanjutnya.

Baca Juga: Omongan Prabowo Benar-benar Menggelegar, Purbaya Langsung Ditunjuk Depan-depan!

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, rata-rata harga nasional bawang merah tercatat sebesar Rp34.546 per kilogram.

Adapun harga bawang putih Honan berada di kisaran Rp35.800 per kilogram.

Perbedaan antara nominal upah pengupasan bawang yang disebut Prabowo dan harga komoditas tersebut turut menjadi perhatian publik.

Polemik ini pun masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pemerintah terkait asal-usul dan kebenaran angka Rp700 ribu per kilogram yang disampaikan dalam pidato Presiden.