Pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR dan DPR 2026 masih menjadi sorotan publik, salah satu poin pidato kepala negara yang memantik kritik keras adalah soal upah pengupas bawang yang diklaimnya tembus Rp700 per kilogram. Selain memunculkan perdebatan, klaim itu justru menjadi bahan tertawaan publik pengguna media sosial.
Salah satu pihak yang turut menyoroti pernyataan Prabowo itu adalah penulis kondang asal Mojokerto Hasyim Muhammad, ia mempertanyakan siapa sosok yang menyodorkan data ngawur itu kepada Presiden Prabowo. Pada sisi lain ia juga menyoroti kekeliruan fatal yang dilakukan Prabowo dimana ia terlampau yakin dengan pemberi data, seharusnya data-data itu kroscek kembali.
"Presiden salah data karena dia hanya percaya sama pemberi data. Padahal pemberi datanya ngawur," tulisnya di akun X pribadinya, dilansir Selasa (18/8/2026).
Sialnya lagi kata Hasyim, kesalahan data dalam pidato itu tidak bakal sampai ke telinga Prabowo sendiri lantaran pemberi data bakal memfilter seluruh informasi sebelum menyodorkannya kembali kepada Presiden. Prabowo seperti sengaja dibutakan dan ditulikan oleh orang-orang di sekelilingnya.
"Tapi apakah setelah pidatonya salah seperti ini lalu dia sadar bahwa sang pemberi data itu salah? Tidak! Karena Presiden dibuat tidak tahu dengan apa yang terjadi di masyarakat," ujarnya.
"Semua yang Presiden tahu itu sudah difilter sama Sang Pemberi Data itu sendiri. Jadi dia nggak akan tahu dengan kesalahan pidatonya terkait apa pekerjaan Susanah atau yang lainnya," jelasnya.
Tak hanya masalah pidato dan kesalahan data, Prabowo kata Hasyim kerap tidak mengetahui hal-hal kecil yang sedang dihadapi bangsanya sendiri, seluruh informasi itu bakal disensor habis sebelum sampai ke atas meja kerja Prabowo.
"Materi pidato yang salah pun dia nggak tahu, apalagi "cuma" masalah sholat Jumat warga yang terganggu sama perjalanannya. Nggak mungkin dia tahu," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, dalam pidatonya di sidang tahunan bersama MPR dan DPR yang digelar Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026), Prabowo dengan percaya diri memperkenalkan Susana, yang disebutnya sebagai buruh harian pengupas bawang dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang menerima upah Rp700 ribu per kilogram bawang yang dikupas.
"Hari ini hadir bersama kita, Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram," kata Prabowo, dikutip dari YouTube TV Parlemen.
Baca Juga: Prabowo Mesra dengan Keluarga Jokowi di HUT ke-81 RI , Banyak Haters Kejang-kejang!
Padahal, menurut data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, rata-rata harga nasional bawang merah hanya Rp34.546 per kilogram, sementara bawang putih Honan sekitar Rp35.800 per kilogram.