Prof. Zubairi menjelaskan bahwa penyebab utama sakit kepala tersebut berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi menjelang haid.
Saat tubuh bersiap memasuki fase menstruasi, kadar hormon estrogen mengalami penurunan yang cukup drastis. Pada saat yang sama, kadar serotonin atau zat kimia di otak yang berperan mengatur suasana hati dan persepsi nyeri juga ikut menurun.
"Begitu mau mens, itu kadar estrogennya drop banget, menjadi turun banget. Ada satu lagi, kadar serotonin. Nah, itu begitu ngedrop, langsung sakit kepala. Namun, tidak membahayakan," jelasnya.
Meski tidak berbahaya, Prof. Zubairi mengimbau, perempuan yang rutin mengalami sakit kepala hebat sebelum menstruasi untuk berkonsultasi dengan dokter.
Dengan penanganan yang tepat, kata dia, keluhan tersebut umumnya dapat dikendalikan.
"Kalau Anda mengalami itu, ya ke dokter, kemudian minta obat yang mulai diminum menjelang menstruasi. Biasanya mudah diobati," kata Prof. Zubairi.
Baca Juga: Ini Dampak Stres Kronis pada Memori dan Emosi Menurut Ahli Biologi Molekuler