Growthmates, banyak perempuan mengeluhkan sakit kepala yang muncul beberapa hari sebelum menstruasi. Keluhan ini sering kali terasa sangat mengganggu hingga menghambat aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, kondisi tersebut umumnya bukan pertanda penyakit berbahaya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM, menuturkan, sakit kepala menjelang haid dikenal sebagai premenstrual syndrome (PMS) headache.

"Ada yang bertanya ke saya, mengapa setiap kali menjelang mens, sakit kepala banget? Itu namanya premenstrual syndrome headache. Jadi sakit kepala menjelang mens itu bisa terjadi ringan, bisa juga berat, bisa juga ada orang yang tanpa keluhan," tutur Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Selasa (3/8/2026).

Menurut Prof. Zubairi, tingkat keparahan keluhan berbeda pada setiap perempuan. Ada yang hanya mengalami sakit kepala ringan, ada pula yang merasakan nyeri hebat.

Sementara itu, sebagian perempuan sama sekali tidak mengalami gejala apa pun menjelang menstruasi.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi yang Diam-diam Menyehatkan Jantung Menurut Ahli Kardiologi

Prof. Zubairi menjelaskan bahwa penyebab utama sakit kepala tersebut berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi menjelang haid.

Saat tubuh bersiap memasuki fase menstruasi, kadar hormon estrogen mengalami penurunan yang cukup drastis. Pada saat yang sama, kadar serotonin atau zat kimia di otak yang berperan mengatur suasana hati dan persepsi nyeri juga ikut menurun.

"Begitu mau mens, itu kadar estrogennya drop banget, menjadi turun banget. Ada satu lagi, kadar serotonin. Nah, itu begitu ngedrop, langsung sakit kepala. Namun, tidak membahayakan," jelasnya.

Meski tidak berbahaya, Prof. Zubairi mengimbau, perempuan yang rutin mengalami sakit kepala hebat sebelum menstruasi untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dengan penanganan yang tepat, kata dia, keluhan tersebut umumnya dapat dikendalikan.

"Kalau Anda mengalami itu, ya ke dokter, kemudian minta obat yang mulai diminum menjelang menstruasi. Biasanya mudah diobati," kata Prof. Zubairi.

Baca Juga: Ini Dampak Stres Kronis pada Memori dan Emosi Menurut Ahli Biologi Molekuler