Pengamat politik dan militer Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting mengaku tidak masuk akal jika kasus penyadapan ilegal yang dilakukan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo cs hanya melibatkan pihak eksternal tanpa adanya pelaku di lingkungan internal Istana.
"Menurut saya juga istana harus bersih-bersih diri dari ring satunya," katanya dalam Podcast Forum Keadilan Madilog, dilihat Sabtu (7/11/2026).
Baca Juga: Geng Solo Terpojok Setelah Penyadapan Prabowo Terbongkar, Pemakzulan Gibran Mulus Tanpa Hambatan!
Lanjutnya, ia pun turut mempertanyakan siapa yang menelola ponsel Presiden Prabowo Subianto, jaringan telekomunikasi yang dipakai, dan bagaimana sistem komunikasi Kepala Negara.
"Kira-kira siapa yang memegang handphone-nya Presiden? Provider mana? Apakah yang disadap dari emailnya, dari suara, gelombang, atau lain-lain," tambahnya.
Baca Juga: Cak Imin Ngamuk-Ngamuk Jadi Korban Listyo Cs: Sangat Kurang Ajar!
Baca Juga: Buntut Kelakuan Listyo Cs, Istana Bersih-Bersih Ring 1 Presiden
Menurutnya, dugaan penyadapan terhadap Kepala Negara bukan persoalan kecil.
Terbaru, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dengan tegas mengatakan pihak Istana Negara terus meningkatkan kewaspadaan perihal musuh dalam selimut di lingkaran terdekat Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau kewaspadaan kan terus menerus, ya. Kewaspadaan terus menerus. Bersih-bersih terus," cetusnya kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).
Lanjutnya, ia pun meminta kepada pihak penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut tanpa ada yang ditutup-tutupi sesuai dengan perundang-undangan.
"Diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, transparan. Dan juga jangan ada yang ditutup-tutupi," tegasnya.