Setelah memperkuat pemahaman mengenai fondasi keuangan dan pengelolaan risiko, peserta melanjutkan pembelajaran melalui sesi Growth Marketing bersama praktisi Growth Marketing dari Katalis AI, Michelle Fno.
Dalam sesi tersebut, Michelle menekankan bahwa pemasaran digital tidak semestinya hanya berorientasi pada banyaknya iklan, impresi, klik, atau traffic.
Aktivitas pemasaran baru dapat dikatakan memberikan dampak apabila mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis sekaligus menjaga profitabilitas.
"Memasang iklan dan mendatangkan traffic saja tidaklah cukup. Banyaknya impresi, klik, atau calon pelanggan belum tentu menghasilkan penjualan, apalagi keuntungan," ungkap Michelle.
Menurut Michelle, keberhasilan strategi pemasaran perlu dilihat secara lebih menyeluruh, mulai dari kemampuan mengubah calon pelanggan menjadi pembeli, mendorong pembelian berulang, hingga melihat margin yang dihasilkan dari aktivitas pemasaran tersebut.
Karena itu, setelah berhasil menarik calon pelanggan melalui iklan atau kanal digital, pelaku usaha perlu memastikan mereka memperoleh penawaran yang relevan dan menjalani proses pembelian yang efektif. Pengalaman tersebut juga perlu memberikan alasan bagi pelanggan untuk kembali bertransaksi.
"Yang perlu dilihat bukan hanya berapa banyak orang yang datang, tetapi berapa banyak yang akhirnya membeli, kembali membeli, dan seberapa besar kontribusinya terhadap margin bisnis," kata Michelle.
Pendekatan tersebut membuat pelaku usaha perlu memahami hubungan antara biaya mendapatkan pelanggan atau customer acquisition cost dengan margin yang diperoleh. Dengan demikian, peningkatan penjualan tidak serta-merta dianggap sebagai pertumbuhan apabila biaya untuk mendapatkannya justru membuat bisnis kehilangan profitabilitas.
Michelle juga memperkenalkan pendekatan berbasis data sebagai bagian penting dalam menyusun strategi pemasaran. Proses tersebut dapat dimulai dengan melakukan audit untuk mengetahui kondisi bisnis sekaligus memahami karakteristik pelanggan.
Dari hasil tersebut, pelaku usaha dapat menyusun strategi dan membuat konten, kemudian menguji efektivitasnya. Hasil pengujian selanjutnya dievaluasi untuk mengetahui strategi mana yang memberikan performa terbaik sebelum dikembangkan dalam skala yang lebih besar.
Pendekatan ini membantu pelaku usaha menggeser fokus dari sekadar mengejar jumlah likes, impresi, maupun klik menjadi memahami metrik yang benar-benar berkaitan dengan kesehatan bisnis.
Dengan membaca data secara lebih cermat, wirausaha dapat mengetahui biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan pelanggan, efektivitas setiap aktivitas pemasaran, tingkat konversi, hingga kontribusi pemasaran terhadap margin usaha. Strategi pun dapat disesuaikan berdasarkan hasil nyata, bukan semata-mata asumsi.
Melalui dua sesi tersebut, Sequis SHEPRENEUR menegaskan bahwa pertumbuhan usaha perempuan membutuhkan fondasi yang lebih luas daripada sekadar kemampuan menjual. Pengelolaan risiko keuangan dan kemampuan membaca serta mengoptimalkan data pemasaran menjadi bagian penting untuk membangun bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Sequis SHEPRENEUR Learning Series, sebelum para peserta melanjutkan ke sesi berikutnya dengan materi Protect Your Future Through Financial Protection untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya perlindungan finansial dalam mendukung keberlanjutan kehidupan pribadi, keluarga, dan usaha.
Baca Juga: Creator Economy dan Keamanan Data Jadi Bekal Perempuan Wirausaha di SHEPRENEUR Sequis Life