Growthmates, menjadi perempuan wirausaha bukan hanya soal bagaimana mengembangkan bisnis dan meningkatkan pendapatan.

Di tengah tuntutan menjalankan usaha sekaligus berbagai peran dalam kehidupan, kemampuan mengelola keuangan dan membangun jaringan yang tepat juga menjadi fondasi penting agar bisnis dapat bertahan dan terus bertumbuh.

Hal tersebut menjadi fokus dalam sesi kelima sekaligus sesi terakhir Sequis SHEPRENEUR Learning, yang membekali para perempuan wirausaha dengan dua perspektif penting, yakni perlindungan finansial dan networking.

Dua materi tersebut dibawakan oleh Agency Development Manager Sequis Life, Henry Kurniawan, melalui topik ‘Protect Your Future Through Financial Protection’, serta Founder & CEO Mamiru, Priscilla Anais, melalui topik ‘Network to Net-Worth: Turning Relationships Into Business Growth’.

Kedua materi tersebut saling melengkapi. Pertumbuhan bisnis membutuhkan keberanian menangkap peluang, tetapi peluang akan lebih optimal apabila ditopang kondisi finansial yang sehat dan jaringan yang relevan.

Karena itu, perempuan wirausaha tidak hanya perlu memikirkan cara meningkatkan pendapatan, tetapi juga bagaimana menjaga apa yang telah dibangun sekaligus memperluas akses terhadap peluang baru.

Dalam sesi ‘Protect Your Future Through Financial Protection’, Henry Kurniawan menekankan bahwa perencanaan keuangan tidak berhenti pada upaya meningkatkan penghasilan.

Menurutnya, hasil yang telah diperoleh juga perlu dikelola dan dilindungi agar dapat menjadi fondasi yang mendukung keberlanjutan kehidupan pribadi maupun bisnis.

“Perencanaan finansial bukan hanya tentang bagaimana kita mendapatkan income lebih banyak, tetapi juga bagaimana kita mengelola dan melindungi income yang sudah kita dapatkan,” tutur Henry.

Melalui materi tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep perencanaan finansial sederhana yang mencakup tiga pendekatan, yakni adaptasi, akselerasi, dan antisipasi. Adaptasi berarti memahami sekaligus mengelola kondisi keuangan yang sedang dihadapi.

Sementara itu, akselerasi dilakukan dengan meningkatkan kapasitas diri dan mengoptimalkan berbagai peluang untuk menambah pendapatan, baik melalui pengembangan skala usaha, membuka lini bisnis baru, maupun mengoptimalkan dana dan aset secara terencana sesuai dengan tujuan keuangan.

Adapun, antisipasi berkaitan dengan kesiapan menghadapi risiko dan kondisi tidak terduga yang dapat muncul di masa depan.

Bagi perempuan wirausaha yang menjalankan berbagai peran sekaligus, aspek ini menjadi penting karena gangguan terhadap kondisi finansial pribadi dapat turut berdampak pada keberlangsungan usaha.

Peningkatan omzet, misalnya, perlu diiringi dengan pengelolaan keuangan yang disiplin. Pendapatan bisnis perlu dialokasikan secara terencana untuk kebutuhan operasional, kewajiban usaha, kebutuhan pribadi, serta tujuan finansial seperti tabungan dan investasi.

Pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha serta pencatatan keuangan yang teratur juga membantu pelaku usaha mengetahui kondisi bisnis secara lebih jelas dan mengambil keputusan secara lebih tepat.

Selain mengelola pendapatan, perlindungan terhadap kemampuan menghasilkan income juga menjadi bagian penting dalam perencanaan finansial.

Risiko seperti kondisi kesehatan dapat menghambat seseorang menjalankan aktivitas usaha, sementara kebutuhan hidup dan operasional bisnis tetap harus dipenuhi. Karena itu, kesiapan menghadapi risiko menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fondasi yang telah dibangun.

Baca Juga: Sequis SHEPRENEUR Perkuat Literasi Keuangan dan Growth Marketing Wirausaha Perempuan