Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tetap disiplin mempertahankan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada batas maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kendati seluruh program pemerintah terus digenjot sepanjang 2026 ini. 

Dia menegaskan program-program pemerintah yang sedang direalisasikan sekarang ini, tak bakal bakal mengganggu anggaran, seluruhnya telah diperhitungkan matang dengan mempertimbangkan risiko  fiskal.

Baca Juga: Apa Alasan Purbaya Ogah Bangun Financial Center di IKN?

"Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen terhadap PDB dan tahun ini diperkirakan tetap berada di bawah 3 persen," ujar Purbaya dilansir Sabtu (4/7/2026). 

Selain itu, rasio utang pemerintah disebut masih berada pada tingkat yang relatif aman, yakni sekitar 40% terhadap PDB. Angka tersebut dinilai masih berada dalam kategori yang pruden dibandingkan sejumlah negara lain.

Oleh karenanya, lanjut Purbaya, ruang fiskal yang tetap terjaga menjadi modal penting untuk mendukung berbagai program prioritas, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Meski demikian, Purbaya mengakui setiap program baru memiliki tantangan pada tahap awal implementasi. Karena itu, evaluasi dan penyempurnaan kebijakan akan terus dilakukan agar penggunaan anggaran menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Pemerintah juga menyatakan telah melakukan berbagai langkah efisiensi belanja, memperkuat pengawasan, serta meningkatkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga pelaksana agar pengelolaan APBN semakin akuntabel.

Baca Juga: Cawe-cawe Jokowi dalam Pembentukan Kabinet Merah Putih, Benarkah Prabowo Ditodong Ancaman?

“Penguatan tata kelola menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan fiskal di tengah dinamika ekonomi global,” pungkasnya