Analis kebijakan publik Muhammad Said Didu mengklaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat ikut campur dalam pembentukan Kabinet Merah Putih besutan Presiden Prabowo Subianto.
Cawe-cawe Jokowi dilakukan saat dirinya masih menjabat sebagai kepala negara atau tepatnya menjelang pelantikan Prabowo-Gibran pada Oktober 2024 lalu. Intervensi Jokowi kata Said Didu bahkan dibarengi sejumlah ancaman jika Prabowo tak mengakomodir keinginannya.
Baca Juga: Membaca Gestur Prabowo-Jokowi, Benarkah Kongsi Politik Mulai Retak?
"Tanggal 13 Oktober 2024 Prabowo dipanggil Jokowi ke Solo terkait pembentukan komposisi Kabinet Merah Putih," kata Said Didu yang mengaku telah mendapat bocoran terkait intervensi Jokowi sebagaimana dilansir Jumat (3/7/2026).
Dalam pertemuan yang dilakukan di kediaman Jokowi di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo itu, Jokowi menyodorkan 17 nama kepada Prabowo. Nama-nama itu diminta untuk mengisi formasi Kabinet Merah Putih.
Penitipan kaki tangan Jokowi itu yang diduga menjadi penyebab utama gemuknya Kabinet Merah Putih sekarang ini. Sebelum usulan 17 nama dari Jokowi itu disodorkan, Kabinet Merah Putih kata Said Didu di isi 33 orang, jumlah yang dinilai lebih masuk akal dan wajar. Mereka terdiri orang-orang profesional, namun rencana itu berantakan setelah direcoki Jokowi dengan orang-orang titipannya.
"Mereka orang-orang profesional. Tapi setelah ketemu 13 Oktober berubah total," kata Said Didu.
Tak hanya menitip kaki tangannya ke dalam Kabinet Merah Putih, kepada Prabowo, Jokowi juga turut meminta supaya proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) harus tetap dilanjutkan.
Menurut Said Didu, Prabowo ketika itu tak bisa berbuat banyak, ia mengalah menerima intervensi Jokowi.
"Jokowi juga menekan Prabowo soal keberlanjutan IKN (Ibu Kota Nusantara)," pungkas Said Didu.
Perlu diketahui Prabowo dan Jokowi saat ini disebut-sebut telah pecah kongsi. Hubungan keduanya dirumorkan sedang tidak harmonis. Isu itu menguat setelah muncul desas-desus yang menyebut Gerindra diam-diam tengah menyusun siasat untuk mengawasi seluruh gerak-gerik Wakil Presiden sekaligus putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Daya Pikat Jokowi Luntur: Muter-Muter di Lampung Tak Pengaruhi Elektoral PSI dan Gibran
Pihak Gerindra yangs sekaligus mewaki Prabowo telah berulang kali membantah isu tersebut, namun rumor pecah kongsi Prabowo-Jokowi justru semakin menggelinding liar.