Lebih lanjut, Erike menjelaskan, salah satu kekuatan utama Purana Home terletak pada desainnya yang sarat makna. Setiap motif tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga membawa cerita yang berakar dari identitas fashion Purana.

“Pattern kita itu punya story. Ada konsep kuat yang lahir dari identity pattern fashion. Kita percaya apa yang kita hasilkan akan menjadi sesuatu yang timeless, karena ada very powerful story behind the pattern,” jelas Erika.

Untuk koleksi perdana, Purana Home mengusung palet warna putih dan biru yang dianggap universal serta lekat dengan tradisi porcelain klasik.

Ke depan, kata Erika, koleksi pun akan dikembangkan ke berbagai varian warna lain, seperti pink, putih, hingga hitam, yang tetap terinspirasi dari lini fashion Archipelago milik Purana.

Meski pasar home living kerap diasosiasikan dengan perempuan, Purana Home memiliki visi yang lebih inklusif. Produk mereka dirancang agar dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

“Kalau kita bicara home living, itu sesuatu yang dipakai sehari-hari. Jadi kita ingin semua orang bisa menjangkau dan menggunakan produk kita. Walaupun memang, kita sadar market terbesar tetap perempuan,” ujar Erika.

Erika menambahkan, ketertarikan terhadap desain menjadi faktor utama yang melampaui batas usia maupun demografi.

“Kalau seseorang punya passion terhadap desain, pasti akan suka dengan produk kita,” tutupnya.

Ke depan, Purana Home berharap dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan industri home living di Indonesia melalui produk-produk yang terinspirasi dari kekayaan budaya lokal.

“Kami berharap Purana Home bisa menjadi salah satu penopang industri home living Tanah Air dan ke depannya menghadirkan lebih banyak lagi produk yang terinspirasi dari kekayaan Nusantara,” pungkas Erika.

Baca Juga: Kolaborasi Purana dan Sutjipto Adi Lahirkan Mahakarya Fesyen Berbalut Seni Rupa