Nama Emil Elestianto Dardak dikenal luas sebagai salah satu pemimpin muda Indonesia yang memiliki kombinasi langka, mulai dari latar belakang akademik kelas dunia, pengalaman profesional di lembaga internasional, serta rekam jejak kepemimpinan di pemerintahan daerah.

Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur untuk periode 2025–2030 mendampingi Khofifah Indar Parawansa.

Perjalanan hidup Emil menunjukkan perpaduan yang unik antara dunia akademik, lembaga internasional, sektor keuangan, hingga politik. Ia pernah berkarier sebagai ekonom infrastruktur di lembaga global sebelum akhirnya memilih kembali ke Indonesia dan terjun ke dunia pemerintahan, memulai langkah dari daerah hingga kini memegang posisi penting di tingkat provinsi.

Menariknya, kehidupan Emil tidak hanya berkutat di dunia birokrasi dan kebijakan publik. Di luar politik, suami dari aktris Arumi Bachsin ini dikenal sebagai sosok multitalenta. Ia pernah merilis karya musik, tampil di layar lebar, hingga aktif menunjukkan sisi hangat sebagai kepala keluarga.

Dan, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (5/3/2026), berikut Olenka ulas profil lengkap Emil Elestianto Dardak, mulai dari latar belakang keluarga, perjalanan pendidikan, karier profesional, hingga sisi menarik dalam kehidupan pribadinya.

Latar Belakang Keluarga dan Kehidupan Pribadi

Dikutip dari Wikipedia, Emil Elestianto Dardak lahir pada 20 Mei 1984 dan berasal dari keluarga yang memiliki akar kuat dalam dunia keagamaan, pendidikan, dan pemerintahan. Ia merupakan cucu dari H. Mochamad Dardak, seorang kiai yang dikenal di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ayahnya, Hermanto Dardak, merupakan tokoh penting di bidang pembangunan infrastruktur nasional yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum Indonesia pada periode 2010–2014.

Sementara ibunya, Sri Widayat, adalah seorang dosen yang juga aktif dalam bidang infrastruktur dan merupakan keturunan dari Wiloejo Poespojudo, Gubernur pertama Lemhanas Republik Indonesia.

Dalam kehidupan pribadinya, Emil Dardak menikah dengan aktris sekaligus figur publik Indonesia Arumi Bachsin pada 30 Agustus 2013 di Rumah Maroko, Jakarta Pusat. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak, yaitu Lakeisha Ariestia Dardak, Alqeinan Mahsyit Putro Dardak, dan Kalendra Dardak.

Perjalanan Akademik

Dikutip dari Kompas.com, kecemerlangan akademik Emil sudah terlihat sejak masa sekolah. Ia menempuh pendidikan di SMP Negeri 109 Jakarta dan pernah mewakili pelajar Indonesia dalam Konferensi Ilmiah Pelajar se-Asia di Tokyo. Ia juga dinobatkan sebagai Juara 1 Pelajar Teladan se-DKI Jakarta.

Setelah lulus SMP, Emil mendapatkan ASEAN Scholarship untuk melanjutkan pendidikan menengah di Raffles Institution di Singapura.

Dikutip dari LinkedIn pribadinya, pada usia muda, karier akademik Emil pun berkembang sangat cepat. Pada tahun 2001, ia meraih Diploma Commerce dari Melbourne Institute of Business and Technology di Australia dengan prestasi Outstanding Achievement Award.

Perjalanan akademiknya berlanjut ke Inggris. Ia menempuh pendidikan sarjana di University of Wales dengan jurusan Business Administration and Management dan lulus dengan predikat First Class Honours pada 2004.

Ketertarikannya pada isu pembangunan kemudian membawanya ke Jepang. Ia melanjutkan studi di Ritsumeikan Asia Pacific University dan meraih gelar Master of Science serta PhD dalam bidang ekonomi pembangunan. Ia menyelesaikan gelar doktor pada 2007 saat berusia 22 tahun.

Semangat belajarnya tidak berhenti di situ. Emil kembali menempuh studi pascasarjana di University of Oxford melalui program MSc Major Programme Management di Saïd Business School dan St Anne’s College, yang diselesaikannya pada 2016.

Karier Profesional

Dikutip dari LinkedIn pribadinya, setelah meraih gelar doktor, Emil memulai karier profesionalnya di lembaga internasional. Ia bekerja sebagai Infrastructure Economist (Consultant) di World Bank pada 2006–2010.

Dalam posisi ini, Emil terlibat dalam analisis kebijakan dan proyek pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan penguatan ekonomi dan institusi di berbagai negara.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Director di Tusk Advisory Pte Ltd pada 2008–2010.

Setelah kembali ke Indonesia, Emil bergabung dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia sebagai Executive Vice President pada 2011–2015. Perusahaan BUMN ini berperan dalam penjaminan proyek-proyek infrastruktur nasional. Di sana ia terlibat dalam pengembangan skema pembiayaan dan analisis proyek strategis di Indonesia.

Perjalanan Politik

Dikutip dari Tempo.co, Emil Elestianto Dardak merupakan politisi dari Partai Demokrat dan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Jawa Timur untuk periode 2022–2027. Sebelum bergabung dengan Partai Demokrat, Emil diketahui sempat berkiprah di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Perjalanan politik Emil dimulai pada ajang Pilkada Trenggalek 2015 ketika ia maju sebagai calon Bupati Trenggalek berpasangan dengan Mochammad Nur Arifin. Dalam kontestasi tersebut, pasangan Emil–Arifin berhasil meraih kemenangan telak dengan perolehan suara sebesar 76,28 persen. Kemenangan itu mengantarkan Emil menjabat sebagai Bupati Trenggalek pada periode 2016–2019.

Namun, sebelum masa jabatannya sebagai bupati berakhir, Emil mendapat kepercayaan untuk mendampingi Khofifah Indar Parawansa dalam Pilkada Jawa Timur 2018.

Dikutip dari Tirto.id, pasangan Khofifah–Emil berhasil memenangkan pemilihan tersebut dengan perolehan 53,55 persen suara. Setelah kemenangan itu, Emil resmi dilantik sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur pada 13 Februari 2019 di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo.

Kemitraan politik keduanya berlanjut pada Pilkada Jawa Timur 2024. Dalam pemilihan tersebut, Emil kembali digandeng oleh Khofifah sebagai calon wakil gubernur.

Setelah memenangkan kontestasi, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak secara resmi dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2025–2030 dalam upacara yang digelar di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2025.

Baca Juga: Profil Agus Lasmono, Anak Metal Pendiri NET TV, Kini Jadi Bos Indika Energy

Sisi Kreatif Emil Dardak

Dikutip dari Kompas.com, di luar dunia pemerintahan Emil dikenal memiliki minat besar pada musik. Ia pernah merilis album bertajuk ‘Emil’ pada 2009 di bawah label Demajors.

Salah satu lagu yang ia populerkan kembali adalah ‘Sesaat Kau Hadir’, yang sebelumnya dipopulerkan oleh Utha Likumahuwa.

Selain itu, Emil juga menciptakan lagu-lagu seperti ‘Dialah’ dan ‘Bidadariku’ yang terinspirasi dari kisah cintanya dengan sang istri. Lagu-lagu tersebut dikerjakan bersama trio produser Laleilmanino.

Ia juga pernah tampil bersama grup musik Kahitna dalam Jazz Traffic Festival 2024 dan merilis lagu ‘Hidup Adalah Perjuangan’ bersama band legendaris Dewa 19.

Tak hanya itu, Emil juga sempat berkolaborasi dengan Bojes, salah satu finalis dari Akademi Fantasi Indosiar (AFI). Pria penyuka genre musik jazz ini terus mengembangkan kemampuan bermusiknya dengan tampil di berbagai acara musik dan cafe jazz di Kota Beppu.

Tak hanya di dunia musik, Emil juga sempat tampil sebagai aktor dalam film The Santri, di mana ia berperan sebagai ustaz sekaligus guru silat.

Sosok Family Man

Dikutip dari Kompas.com, di balik kesibukannya sebagai pejabat publik, Emil dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan keluarga.

Ia kerap menghabiskan waktu bersama anak-anaknya melalui berbagai aktivitas sederhana seperti memancing, berlibur, atau sekadar menikmati waktu bersama di rumah.

Keluarga Emil dan Arumi juga sering membagikan momen kebersamaan melalui media sosial, termasuk saat berlibur ke berbagai tempat wisata di Jawa Timur.

Gaya Kepemimpinan dan Pandangan tentang Kesuksesan

Dikutip dari Metrotvnews.com, Emil dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang kolaboratif dan inovatif. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Ia juga aktif mendorong keterlibatan generasi muda dalam kebijakan publik, kewirausahaan, dan inovasi sosial.

Sementata itu, dikutip dari CNBC Indonesia, Emil pernah membagikan pandangannya tentang kesuksesan saat membuka LPS Financial Festival Surabaya 2025. Menurutnya, kesuksesan tidak hanya datang dari keberuntungan, tetapi juga dari kesiapan dan kerja keras yang konsisten.

Ia menceritakan pengalamannya ketika berani mempresentasikan solusi infrastruktur dalam sebuah rapat penting yang dihadiri banyak pakar.

Presentasi tersebut mendapat respons positif dari Soenarno yang saat itu menjabat Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah, dan dari sana Emil dipercaya bergabung dalam tim pakar kementerian.

Dari pengalaman tersebut, Emil menekankan bahwa keberanian harus diiringi dengan persiapan yang matang. Ia juga percaya bahwa semakin keras seseorang bekerja, semakin besar peluang keberuntungan yang dapat ia ciptakan sendiri.

Penghargaan

Dikutip dari Metrotvnews.com, sepanjang kariernya Emil Dardak telah menerima berbagai penghargaan, antara lain World Bank Green Award for Geothermal (2011) dari World Bank, Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya dari pemerintah Indonesia, ICSB Indonesia City Award 2017 dari International Council for Small Business, serta Entrepreneur Award 2017 dari Philip Kotler Center for ASEAN Marketing dan MarkPlus Inc.

Penghargaan tersebut mencerminkan kontribusinya di bidang pembangunan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kekayaan

Dikutip dari laporan LHKPN, Emil terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 29 Maret 2024 dengan total sekitar Rp11,9 miliar.

Aset tersebut terdiri dari tanah dan bangunan senilai sekitar Rp7,7 miliar yang tersebar di beberapa kota seperti Jakarta Pusat, Bogor, dan Depok.

Ia juga memiliki kendaraan berupa Toyota Kijang Innova tahun 2014 dan Toyota Alphard tahun 2019 dengan total nilai sekitar Rp500 juta. Selain itu, Emil memiliki harta bergerak lain, kas dan setara kas, serta sejumlah aset lainnya, meski tercatat pula memiliki utang sekitar Rp113 juta.

Baca Juga: Profil Perry Warjiyo, Anak Petani dari Sukoharjo yang Jadi Gubernur Bank Indonesia