Peran sebagai Pengamat Ekonomi

Di luar aktivitas riset, Bhima dikenal luas sebagai pengamat ekonomi yang aktif menyampaikan pandangan di berbagai media massa. Ia kerap menulis kolom opini maupun memberikan komentar dalam berbagai diskusi publik mengenai isu-isu ekonomi strategis.

Analisisnya sering menjadi rujukan dalam pembahasan kebijakan fiskal, perkembangan ekonomi digital, hingga tantangan transisi energi di Indonesia.

Gaya penyampaiannya yang lugas dan berbasis data membuat pandangannya mudah dipahami sekaligus relevan bagi diskursus publik.

Bhima juga pernah terlibat dalam proyek dokumenter. Ia pernah menjadi salah satu dari empat pemeran dalam film dokumenter Dirty Vote II yang disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono. Film tersebut mengangkat isu-isu penting terkait demokrasi dan kebijakan publik di Indonesia.

Aktivitas di Media Sosial

Selain aktif di dunia akademik dan media, Bhima juga cukup aktif di media sosial. Ia sering membagikan pandangan, aktivitas riset, serta berbagai isu ekonomi melalui akun Instagram pribadinya, @bhimayudhistira.

Media sosial tersebut menjadi sarana bagi Bhima untuk berinteraksi dengan publik sekaligus menyampaikan perspektif ekonomi dengan gaya yang lebih ringan dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Penghargaan

Kontribusi Bhima dalam ruang publik juga mendapat sejumlah pengakuan. Pada 2019 ia tercatat sebagai milenial dengan jumlah kutipan media terbanyak keempat di Indonesia berdasarkan data Koaksi Indonesia, dengan total 17.175 kutipan.

Setahun kemudian, pada 2020, ia juga masuk dalam daftar lima besar Key Opinion Leader di media massa versi Lokadata.

Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa pandangan dan analisisnya memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam percakapan publik mengenai isu ekonomi di Indonesia.

Baca Juga: Profil Emil Dardak yang Kini Jabat Wakil Gubernur Jawa Timur