Board of Director PT Kalbe Farma Tbk 2015-2021, Djonny Hartono mengatakan leader yang baik adalah pemimpin yang mampu membuat keputusan bijak dalam berbagai situasi termasuk ketika dihadapkan pada kondisi yang memaksanya untuk memberhentikan karyawan.
Dalam kondisi sulit seperti memecat atau mempertahankan karyawan, seorang leader kata Djonny harus mampu mengesampingkan egonya sehingga keputusan yang diambil rasional.
Baca Juga: Bongkar 26 Nama Pejabat Terlibat Korupsi MBG, Sony Sanjaya Dibatah Ramai-ramai
Menurutnya untuk mengambil sebuah keputusan berat seorang pemimpin mesti berpedomaan pada data bukan keputusan yang diambil secara membabi buta dan tanpa perhitungan matang. Perihal memecat karyawan lanjut Djonny bukan sebuah keputusan gampang yang bisa dipandang enteng, itu adalah keputusan berat penuh pertimbangan.
“Bukan karena sentimen pribadi. Tapi kita jelas punya data, punya ukuran, punya informasi. Kemudian ada beberapa kali kita memberikan feedback, baik terhadap kinerja maupun terhadap attitude, atau terhadap pelanggaran terhadap kultur yang berlaku di organisasi tersebut,” kata Djonny ketika berbincang dengan Olenka.id ditulis Kamis (11/6/2026).
Pemecatan karyawan bisa dilakukan ketika pegawai dianggap tak punya kontribusi dan justru menjadi beban perusahaan yang hanya menghambat perkembangan perusahaan itu sendiri.
“Leaders itu harus fokus kepada tujuan. Tujuannya pasti jelas ya, mencapai visi, misi,” ucapnya.
Selain bijaksana dalam pengambilan keputusan, seorang leader lanjut Djonny mesti punya keberanian mengeliminasi pegawai yang nihil kontribusi dan dinilai sebagai penghambat. Seorang leader tak boleh melakukan pembiaran kendati secara personal mereka punya hubungan baik.
“Karena gini, ketika kita melakukan pembiaran terhadap individu yang ya secara nyata dirasakan oleh seluruh anggota tim bahwa ini memang menghambat kemajuan organisasi. Apa kita biarkan gitu ya? Ya tetap harus diambil tindakan gitu kan. Walaupun mungkin secara pribadi kita baik ya,” ucapnya.
“Saya beberapa kali melakukan itu, dan hubungan pribadi dengan yang bersangkutan tetap baik. Ketika ada kesempatan di tempat lain, saya memberikan referensi. Mungkin orang tersebut bisa cocok di organisasi yang lain, tapi tidak pas di organisasi kita. Ya harus dilakukan, dan saya melakukannya. Selama ini baik-baik saja gitu ya,” tambahnya memungkasi.