Pengembangan kedelai lokal membutuhkan keterhubungan antara budidaya petani, penyerapan hasil panen, dan kebutuhan bahan baku pengrajin tahu dan tempe. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutan usaha di sepanjang rantai pasok tersebut.

Bagi Saifulloh, petani kedelai di Banyuwangi, hasil pertanian menjadi sumber penghidupan sekaligus modal untuk mengembangkan usaha. Ia mengawali perjalanan dengan bekerja di lahan milik orang lain sebelum menyewa lahan sendiri, yang awalnya hanya seluas seperempat hektare.

“Dulu saya ikut bekerja di lahan orang. Setelah itu, saya mulai menyewa lahan sendiri, meskipun awalnya hanya seperempat hektare. Dari hasil bertani kedelai, saya bisa membeli kambing satu untuk diternakkan. Lama-lama, saya juga bisa membeli sapi,” cerita Saifulloh, dikutip Selasa (20/10/2026).

Baca Juga: Hari Tani Nasional 2026, CIPS: Sudahkah Swasembada Pangan Mewujudkan Kesejahteraan Petani?

Dari lahan seperempat hektare, Saifulloh sebelumnya memperoleh sekitar 3,5-4 kuintal kedelai setiap panen, dengan keuntungan sekitar Rp3,5 juta. Penghasilan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan mengembangkan usaha peternakan.

“Alhamdulillah, dari bertani kedelai saya bisa menghidupi keluarga. Hasilnya juga bisa dikembangkan untuk beternak, sampai akhirnya saya mampu membangun rumah untuk anak,” ujarnya.

Baca Juga: Electrifying Agriculture PLN Bantu Jaga Produktivitas Petani di Musim Kemarau

Kisah tersebut menggambarkan manfaat ekonomi budidaya kedelai bagi petani. Namun, keberlanjutan usaha juga membutuhkan peningkatan keterampilan, pendampingan, dan peluang pasar yang mendukung penanaman berikutnya.

Di Banyuwangi, pengembangan kedelai varietas lokal dilakukan melalui kolaborasi Ustad Ari Handoko, PTPN IV, dan FKS Foundation. Pendampingan meliputi teknik penanaman dan pemeliharaan tanaman untuk mendukung kualitas hasil panen serta keberlanjutan budidaya.

Ustad Ari Handoko mengatakan, pendampingan diperlukan agar petani dapat terus meningkatkan kemampuan dan mengembangkan usaha pertanian mereka.

“Pengembangan kedelai tidak hanya berbicara tentang menanam dan memanen, tetapi juga tentang bagaimana petani terus belajar, meningkatkan kemampuan budidaya, dan mempersiapkan penanaman berikutnya. Kami ingin petani memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, sehingga hasil pertanian dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi keluarga mereka,” ujarnya.