Produsen air minum kemasan (AMDK) dengan nama brand CELO, PT Sariguna Primatirta Tbk mendorong optimalisasi peluang pasar di tengah industri AMDK yang semakin kompetitif. Salah satu langkah yang diambil CLEO untuk mencapai pertumbuhan bisnis double digit sepanjang tahun 2026 ialah dengan dengan gencar berinovasi.
CEO CLEO, Melisa Patricia, mengungkapkan bahwa dalam situasi persaingan usaha yang sangat ketat, mengandalkan kualitas semata tidak akan cukup untuk membuat produk dilirik konsumen. Untuk bisa merebut pasar, perusahaan AMDK juga dituntut memiliki nilai tambah dan keunikan produk. Maka dari itu, CLEO gencar meluncurkan inovasi setiap tahunnya. Sepanjang perjalanan bisnis perusahaan, CLEO terus aktif meluncurkan produk dengan berbagai inovasi kemasan supaya selalu selaras dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Baca Juga: Produk Baru dan Festival Kuliner Jadi Strategi CLEO Perkuat Pangsa Pasar di Indonesia
“Inovasi merupakan langkah strategis Perseroan dalam menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang dan semakin beragam,” pungkas Melisa Patricia, dikutip pada Jumat (16/10/2026).
Ia menambahkan, CLEO terus menghadirkan inovasi yang menjadi keunggulan dan pembeda produknya di industri AMDK. Salah satunya melalui smart handle pada galon 19 liter yang dikembangkan sebagai inovasi pionir dan satu-satunya di Indonesia serta telah dipatenkan. CLEO juga menghadirkan produk kemasan 220 ml yang tercatat sebagai botol teringan di dunia.
Komitmen inovasi ini turut tercermin melalui tiga rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang diraih CLEO, yaitu AMDK dengan kemasan teringan; AMDK Pertama dengan Galon Bebas BPA; serta sebagai Perusahaan Air Minum Murni Dalam Kemasan dengan Pabrik Terbesar. Capaian tersebut menegaskan konsistensi CLEO dalam menghadirkan keunikan produk yang mengedepankan kualitas dan kepraktisan bagi konsumen.
Selain inovasi, diferensiasi produk yang tegas juga menjadi nilai tambah produk Perseroan dalam menangkap peluang pasar. Dalam hal ini, kehadiran CLEO sebagai satu-satunya perusahaan AMDK yang memproduksi air minum murni menjadi identitas pembeda yang jelas sekaligus penguat daya saing di antara pelaku industri yang semuanya memproduksi air mineral. Air murni CLEO menawarkan kesegaran dan cita rasa yang konsisten di setiap produknya berkat penggunaan teknologi nano filter. Keunggulan ini menjadi salah satu nilai pembeda CLEO dalam menghadirkan pengalaman minum air murni yang berkualitas, mendukung pemenuhan kebutuhan cairan sehari-hari, dan lebih sehat untuk kerja ginjal.
Dengan berbekal inovasi yang gencar dan diferensiasi produk yang tegas tersebut, Perseroan terus aktif berekspansi mengejar target pertumbuhan dobel digit di akhir tahun 2026. Aktif berekspansi sendiri sudah menjadi bagian dari DNA Perseroan. Sejak didirikan tahun 2004, CLEO secara konsisten terus memperluas jangkauannya di Tanah Air dengan membangun pabrik dan jaringan distribusi di berbagai daerah potensial.
Tahun ini, CLEO kembali meningkatkan kapasitas produksi dengan telah beroperasinya pabrik baru di Palu. Dengan demikian, secara keseluruhan Perseroan telah memiliki 33 pabrik yang telah beroperasi. Selanjutnya, pabrik baru di Pekanbaru dan Pontianak akan segera menyusul beroperasi, sehingga di akhir tahun ini total jumlah pabrik CLEO akan menjadi 35 pabrik.
Empat langkah strategis yang ditempuh tersebut, yaitu inovasi, diferensiasi, ekspansi, distribusi yang aktif dan konsisten tersebut mengantarkan Perseroan pada keberhasilan dalam menjaga kinerja stabil yang berkelanjutan. Untuk tahun ini, hingga paruh pertama Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih hingga dobel digit.
“Melalui berbagai strategi tersebut, kami yakin dapat menutup tahun ini dengan meraih pertumbuhan dobel digit,” tutup Melisa.