Pengamat politik Adi Prayitno menilai pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) perihal kekuasaan tidak dimilik seseorang untuk selamanya menjadi perhatian publik.

Menurutnya, pernyataan AHY bersifat umum dan normatif. Bahkan, AHY tidak menyebutkan secara spesifik terkait kepentingan politik tertentu. 

"Pernyataan AHY itu satu hal tentu bersifat umum dan bersifat normatif. Tidak ada tendensi apa pun, tidak secara spesifik misalnya dialamatkan kepada pihak ataupun kelompok kepentingan politik tertentu," ucapnya dalam Youtube pribadinya, seperti dilihat Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: 'Mas AHY Fokus Kerja Aja, Pemilu Masih Lama!'

Baca Juga: AHY Dianggap Sedang Umbar Sinyal Bakal Lawan Prabowo di Pilpres 2029, Demokrat: Lah Emang Benar, Kalau…

Lanjutnya, justru ucapan AHY tersebut ditafsirkan publik sebagai pesan politik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau geng Solo.

Baca Juga: Mas AHY Disuruh Belajar dari Jokowi, Jangan dari SBY!

Namun menurutnya, tafsir publik tersebut tidak lepas dari dinamika yang berkembang, terlebih terkait aktivitas politik yang dilakukan oleh poros Solo.

"Ini tentu tidak bisa dilepaskan dalam konteks soal bagaimana kekuatan politik Solo melakukan konsolidasi dan kerja-kerja politik yang dibaca seakan-akan bahwa geng Solo akan selalu menunjukkan eksistensi dan kekuatan politiknya, sustain dan berkelanjutan sampai kapan pun," tambahnya.

"Namanya juga publik, media sosial, pasti ada hal-hal yang dianggap sifatnya rivalitas, dihadap-hadapkan satu dengan yang lain," sambungnya lagi.

Sebelumnya, AHY dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. AHY mengajak kader Demokrat belajar dari pengalaman 10 tahun pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terutama saat proses pergantian kekuasaan berlangsung secara damai dan demokratis setelah dua periode kepemimpinan.

Dirinya menegaskan bahwa kekuasaan merupakan amanah rakyat dan memiliki batas waktu. Bahkan, ia menambahkan jika jabatan serta pemilu memiliki siklus, sementara tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai.