Industri kecantikan di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit dan tren perawatan berbasis medis. Kondisi tersebut mendorong persaingan bisnis klinik kecantikan semakin ketat, dengan banyaknya pemain baru yang menawarkan berbagai layanan dan teknologi terkini.
Di tengah kompetisi tersebut, ERHA menjadi salah satu merek yang mampu mempertahankan eksistensinya selama lebih dari 25 tahun. Berdiri sejak 1999, ERHA berkembang dari sebuah klinik dermatologi menjadi perusahaan yang menghadirkan ekosistem layanan kesehatan kulit dan kecantikan, mulai dari layanan medis, produk skincare, hingga platform digital.
Di bawah naungan PT Erha Clinic Indonesia yang merupakan bagian dari Arya Noble Group, perusahaan mengusung konsep DermaBeauty, yakni pendekatan yang menggabungkan ilmu dermatologi dengan solusi kecantikan berbasis sains.
Baca Juga: Masih Bingung Pilih Skincare yang Tepat? ERHA Punya AI yang Bisa Cek Kondisi Kulit Cuma Lewat Selfie
Menggabungkan Layanan Klinik dan Skincare
Salah satu strategi yang menopang pertumbuhan ERHA adalah model bisnis yang tidak hanya mengandalkan layanan klinik.
Perusahaan mengembangkan dua lini bisnis utama, yakni ERHA Ultimate sebagai jaringan klinik dermatologi dan estetika, serta ERHA Skincare yang menyediakan produk perawatan kulit dan rambut untuk penggunaan sehari-hari.
Melalui ERHA Ultimate, pasien dapat mengakses berbagai layanan seperti Anti Aging Center, Acne Center, Hair Center, hingga beragam terapi kulit yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Baca Juga: Mengulik Strategi Bisnis Natasha Skin Clinic di Tengah Ketatnya Industri Kecantikan
Sementara itu, ERHA Skincare menghadirkan produk yang dapat digunakan masyarakat di rumah sebagai bagian dari perawatan berkelanjutan setelah menjalani konsultasi di klinik. Strategi ini membuat hubungan perusahaan dengan konsumennya tidak berhenti setelah sesi perawatan, tetapi terus berlanjut melalui penggunaan produk harian.
Mengedepankan Perawatan yang Dipersonalisasi
Di tengah menjamurnya klinik kecantikan, ERHA tetap mempertahankan pendekatan berbasis diagnosis medis.
Setiap pasien menjalani konsultasi terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi kulit sebelum memperoleh rekomendasi tindakan maupun produk yang sesuai. Pendekatan ini dikenal sebagai Personalized Therapy, yaitu metode perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu.
Selain ditangani dokter yang berkompeten di bidang dermatologi, produk yang digunakan juga dikembangkan melalui riset sehingga memiliki dasar ilmiah sebelum dipasarkan.
Ekspansi melalui Beragam Format Klinik
Untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas, ERHA menghadirkan beberapa format layanan.
Erha Derma Center (EDC) ditujukan sebagai pusat layanan dengan fasilitas medis dan teknologi yang lebih lengkap. Sementara Erhaclinic menyediakan layanan konsultasi dokter serta tindakan medis secara menyeluruh.
Adapun Erha Skin hadir untuk menjangkau masyarakat di kota-kota berkembang, sedangkan Erha Apothecary menawarkan konsep yang lebih praktis di pusat perbelanjaan sehingga konsumen dapat berkonsultasi sekaligus memperoleh produk tanpa harus datang ke klinik berukuran besar.
Melalui strategi tersebut, jaringan ERHA kini telah berkembang menjadi lebih dari 100 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Baca Juga: Profil Amanda Zahra, Influencer yang Kembali Jadi Sorotan usai Polemik dengan Dokter ERHA
Memanfaatkan Teknologi dan Inovasi
Selain memperluas jaringan, ERHA juga terus berinvestasi pada teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan.
Beberapa teknologi yang digunakan di antaranya PicoSure Laser, Photorejuvenation Laser, dan Vbeam Laser untuk membantu mengatasi flek hitam, bekas jerawat, hingga peremajaan kulit.
Perusahaan juga menghadirkan teknologi berbasis energy-based devices, seperti High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) dan Radio Frequency, yang ditujukan untuk membantu mengencangkan kulit tanpa tindakan bedah.
Sementara itu, layanan klinis juga mencakup berbagai prosedur seperti skin booster, DNA Salmon Injection, chemical peeling, hingga microneedling yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Didukung Riset dan Pengembangan
Salah satu kekuatan ERHA adalah kemampuannya mengembangkan produk secara mandiri melalui Genero Pharmaceuticals. Dengan dukungan fasilitas riset internal, perusahaan memiliki kontrol terhadap proses pengembangan formula, kualitas, hingga keamanan produk yang digunakan di klinik maupun dipasarkan kepada masyarakat.
Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat layanan digital melalui platform ERHA Store untuk memudahkan konsumen memperoleh produk serta informasi terkait kesehatan kulit.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, ERHA turut menghadirkan Cosmetic Reverse Vending Machine, yakni mesin daur ulang kemasan kosmetik yang ditempatkan di sejumlah pusat perbelanjaan sebagai upaya mengurangi limbah produk kecantikan.
Setelah lebih dari dua dekade beroperasi, ERHA tidak hanya fokus memperluas jaringan layanan, tetapi juga menyiapkan strategi pertumbuhan jangka panjang. Induk usahanya, Arya Noble Group, sebelumnya telah menyampaikan rencana untuk menjajaki penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ekspansi bisnis.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan inovasi layanan, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat posisi perusahaan di tengah industri kecantikan nasional yang terus bertumbuh.
Dengan menggabungkan layanan dermatologi berbasis medis, produk perawatan harian, pemanfaatan teknologi, serta riset yang berkelanjutan, ERHA berhasil membangun model bisnis yang terintegrasi. Strategi tersebut menjadi salah satu faktor yang menjaga eksistensi perusahaan selama lebih dari 25 tahun di tengah dinamika industri kecantikan Indonesia.