"Kami datang langsung ke para produsennya. Semuanya," ujar James. "Selama beberapa bulan menjelajahi sembilan pulau, duduk bersama nelayan, pemasok bahan pangan lokal, dan para juru masak yang telah membuat racikan bumbu yang sama selama empat puluh tahun. Proses seperti itu tidak bisa dipersingkat dan tidak bisa dibeli begitu saja. Tolok ukurnya sederhana: jika seorang nenek dari Padang mencicipi rendang kami dan langsung mengenalinya, berarti kami telah melakukan pekerjaan dengan benar."

Di luar pengalaman yang ditawarkan, Nusantara juga menjadi bagian dari komitmen Nuanu melalui Nuanu Social Fund (NSF), dengan sebagian pendapatan yang dihasilkan dialokasikan untuk mendukung berbagai inisiatif bagi budaya, alam, dan masyarakat Bali.

Komitmen ini menghubungkan pengalaman menjelajahi kekayaan kuliner Indonesia dengan tujuan yang lebih luas. Menikmati dan mengenal kuliner Indonesia juga dapat turut berkontribusi pada upaya menjaga serta mendukung keberlangsungan budaya yang melatarbelakanginya.

Baca Juga: Tak Hanya Terkenal, Ini 7 Restoran Sukses Milik Artis Indonesia

Kehadiran Nusantara melengkapi rangkaian program yang telah dikembangkan oleh Nuanu Creative City di bidang pendidikan, seni, wellness, dan pengembangan berbasis alam di kawasan seluas 44 hektare di Tabanan.

Informasi Venue

  • Warung Nine Islands — area yang menyajikan kuliner daerah Indonesia sepanjang hari. Kapasitas 70 orang. Buka pukul 12.00–22.00 WITA. Dipimpin oleh James Ephraim, Chef dan Founder Nusantara serta Luna Beach Club, bersama Chef Wayan Mustika dari Merah Putih (Bali) dan Tri Restaurant (Hong Kong). Harga hidangan utama mulai dari Rp120.000. Pertunjukan musik setiap hari pukul 18.00 WITA.
  • Meja 36 — area fine dining dengan konsep kuliner Indonesia kontemporer. Tasting menu seharga Rp499.000 per layanan. Kapasitas 50 orang. Buka pukul 12.00–22.00 WITA, oleh chef sekaligus owner James Ephraim.
  • The Mangrove Café — menyajikan kopi single-origin dan kue jajanan pasar Indonesia. Menggunakan biji kopi dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Flores. Buka pukul 12.00–22.00 WITA.
  • The Gallery — pameran pembuka INDONESIAN VISION, dikurasi oleh Pascal Morabito, menampilkan 1.000 artefak suku asli Indonesia. Harga karya mulai dari Rp500.000 sampai Rp625.000.000. Buka pukul 12.00–22.00 WITA.