Sementara itu, The Mangrove Café menyajikan kopi single-origin dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Flores serta kreasi kue jajanan pasar yang mengangkat cita rasa lokal seperti pandan, gula aren, klepon, dan dadar gulung.
Keseluruhan pengalaman tersebut tertuang di The Gallery, yang dibuka dengan INDONESIAN VISION, pameran 1.000 artefak suku asli Indonesia yang dikurasi oleh Pascal Morabito. Setiap karya dilengkapi panduan digital yang menjelaskan sejarah, teknik, dan konteks budaya di baliknya. Sejumlah karya juga tersedia untuk dikoleksi dengan hasil penjualan turut mendukung para seniman.
"Bali adalah pintu gerbang Indonesia, dan kami ingin Nuanu membuka pintu tersebut lebih lebar," ujar Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, seperti dikutip dari rilis yang diterima, Minggu (16/8/2026).
Baca Juga: 9 Restoran Berbintang Michelin Paling Unik di Dunia
"Para tamu kami telah jatuh cinta pada budaya Bali — Nusantara merupakan undangan bagi mereka untuk mencintai kekayaan kepulauan Indonesia lainnya: kulinernya, karya seninya, dan keberagaman daerahnya. Berangkat dari tradisi, dengan tujuan menghadirkan penemuan baru. Visi kami adalah menjadikan Nusantara sebagai rumah bagi perwakilan budaya dari berbagai daerah lain di Indonesia — karena rasa ingin tahu adalah langkah awal ketertarikan, dan itulah rahasia dari sebuah pengalaman yang berkesan,” tambahnya.
Konsep tersebut juga dibangun melalui proses eksplorasi langsung ke berbagai daerah. James Ephraim, Pemilik Nusantara, mengatakan timnya mendatangi langsung para produsen bahan pangan dan bertemu dengan nelayan, pemasok bahan pangan lokal, serta para juru masak di sejumlah daerah.