Dalam konteks program MBG, Purbaya menekankan bahwa yang berpotensi dikaji ulang adalah belanja penunjang yang tidak secara langsung mendukung penyediaan makanan bagi penerima manfaat.
Misalnya, pengadaan motor baru hingga komputer. Ia menekankan anggaran yang akan dievaluasi adalah pengadaan barang yang tak berhubungan dengan makanan. Sehingga belanja program makan bergizi gratis dipastikan betul-betul efektif dan efisien.
“Kalau ada yang perlu kita hati-hati, kita cegah belanja yang tidak langsung mendukung makanan. Misalnya SPPG dibelikan motor, atau semua SPPG diberi komputer. Mereka senang, saya rugi.Jadi dari sisi anggaran kita harus lebih hati-hati,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak berencana memangkas anggaran utama untuk makanan dalam program MBG.
Efisiensi, kata dia, jika dilakukan, hanya akan menyasar komponen yang dinilai kurang prioritas.
“Bukan berarti anggaran makanan dalam MBG dipotong. Yang mungkin dikaji adalah belanja yang tidak terlalu penting. ini bukan berarti saya dukung MBG-nya, enggak. Yang untuk makanan tetap kita jaga,” tandas Purbaya.
Baca Juga: Biaya MBG Dialokasikan dalam Anggaran Pendidikan, Ketua Banggar Sebut Itu Keputusan Politik yang Sah