Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga integritas dan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk dari pihak yang mencari keuntungan pribadi.
Guna memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan bersih, transparan, dan tepat sasaran, Kastaf Kepresidenan Dudung Abdurachman telah bertemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini, untuk membahas tata kelola MBG.
Dalam pertemuan tersebut, Dudung secara khusus membahas perbaikan ekosistem tata kelola Program MBG dari hulu hingga ke hilir.
Baca Juga: Viral Dianggap 'Susu MBG', Ini Komposisi dan Kandungan OPao yang Perlu Diketahui
Ia memaparkan bahwa sebagai program prioritas Presiden yang menyentuh langsung kehidupan jutaan rakyat Indonesia, skala implementasi MBG sangatlah masif.
Baca Juga: Sony Sonjaya Bongkar 20 Nama Tokoh Besar yang Diduga Terlibat Korupsi MBG, Siapa Saja?
Tercatata, hingga Juni 2026, program ini telah beroperasi melalui lebih dari 29.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan menjangkau lebih dari 63 juta penerima manfaat, mulai dari anak-anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan menyusui.
Terkait besarnya program tersebut, ia mengaku jika Presiden Prabowo Subianto telah mengambil keputusan tegas untuk melakukan pembersihan secara menyeluruh.
"Presiden Prabowo Subianto telah mengambil keputusan tegas untuk membersihkan program MBG dari para pemburu rente tanpa pandang bulu. Presiden tidak menoleransi penyimpangan dalam program MBG yang menjadi investasi bagi SDM bangsa ini," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
"Peristiwa beberapa hari lalu di BGN hendaklah menjadi momentum bagi seluruh pelaksana untuk bekerja secara sungguh-sungguh dan penuh dedikasi, terlebih dalam mengemban amanah program prioritas Presiden ini. Mari bersama kita kawal program ini," tukasnya.