Kariernya di layar kaca dimulai lewat serial Opera SMU pada 2001, kemudian berlanjut dengan membintangi sejumlah judul populer seperti Api Cinta, Putri, Buku Harian Baim, Heart Series 2, ABG Jadi Manten, Pangeran 2, Pesantren Rock N' Dut, hingga Ijabah Cinta yang tayang pada 2024.

Gary juga cukup aktif membintangi serial web. Beberapa judul yang pernah ia bintangi di antaranya Halusinada, Mami Kost, Twisted, World of Dr. Boyke, Juara the Series, Second Account, hingga Generasi D'Bijis yang menjadi salah satu karya terakhirnya.

Selain itu, wajah Gary juga kerap menghiasi berbagai judul FTV sejak pertengahan 2000-an. Ia membintangi puluhan FTV, mulai dari serial Hidayah, Dongeng, Kisah Nyata, Pintu Berkah, Sinema Indosiar, hingga Suratan Ilahi.

Nominasi & Penghargaan

Kiprah Gary Iskak di dunia akting juga mendapat apresiasi dari berbagai ajang penghargaan bergengsi. Pada 2007, ia berhasil meraih penghargaan Best Actor for Leading Role di Indonesia Film Critics Circle Awards berkat perannya dalam film Merah itu Cinta. Di ajang yang sama, ia juga masuk nominasi Best Actor for Supporting Role lewat film D'Bijis.

Masih di tahun yang sama, Gary menerima nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Indonesia, serta nominasi Most Favourite Actor di MTV Indonesia Movie Awards. Prestasinya berlanjut di Indonesian Movie Actors Awards 2007, di mana ia berhasil membawa pulang penghargaan Pemeran Pendukung Pria Terbaik dan kembali masuk nominasi Pemeran Pendukung Pria Terfavorit.

Tak hanya itu, pada 2016 Gary Iskak juga masuk nominasi Aktor Pendamping Paling Ngetop dalam SCTV Awards berkat perannya di sinetron Pangeran 2

Meski telah berpulang, jejak karya dan peran-peran yang pernah ia hadirkan akan terus dikenang, menjadikan nama Gary Iskak tetap hidup di hati para penikmat film dan sinetron Indonesia.