Berdasarkan Allianz Global Insurance Report 2026, pasar asuransi Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar +11,0% pada 2025 dengan total pendapatan premi mencapai EUR15,8 miliar. Perkembangan ini mencerminkan terus relevannya asuransi sebagai instrumen penting dalam membantu individu, keluarga, dan pelaku usaha memperkuat ketahanan finansial dalam menghadapi berbagai risiko yang terus berkembang.
Alexander Grenz, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, menjelaskan bahwa pertumbuhan industri asuransi Indonesia yang terus berlanjut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan, baik untuk jiwa, kesehatan, maupun aset. Dengan tingkat penetrasi asuransi yang masih relatif rendah, Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan untuk memperluas akses proteksi bagi lebih banyak masyarakat.
Baca Juga: Zurich Perkuat Literasi Asuransi di Semasa Piknik 2026
“Seiring dengan terus meningkatnya biaya layanan kesehatan, menjaga premi asuransi kesehatan agar tetap berkelanjutan dan terjangkau menjadi semakin penting untuk memastikan akses jangka panjang terhadap perlindungan yang berkualitas. Melalui pendekatan ONE Allianz, Allianz Indonesia tetap berkomitmen untuk menyediakan solusi perlindungan yang relevan, mudah diakses, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan finansial masyarakat Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Secara keseluruhan, pasar asuransi global diperkirakan tumbuh sebesar +5,3% per tahun dalam sepuluh tahun ke depan, sedikit di atas pertumbuhan ekonomi global. Untuk Indonesia, tingkat penetrasi asuransi yang masih relatif rendah, yaitu sebesar 1,3% terhadap PDB, menunjukkan adanya kebutuhan yang belum terpenuhi. Oleh karena itu, pertumbuhan tahunan secara keseluruhan diperkirakan mencapai +8,2%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan PDB nominal sebesar 7,6%. Untuk asuransi kerugian, pertumbuhan global diperkirakan mencapai +4,7% hingga 2036 (pertumbuhan asuransi kerugian di Indonesia bertumbuh sebesar 7,3%).
Allianz Research juga tetap optimistis terhadap prospek asuransi jiwa, yang diperkirakan tumbuh +4,9% per tahun, didukung oleh tingkat suku bunga yang lebih tinggi (Indonesia 7,9%). Asia secara luas tetap menjadi mesin pertumbuhan, didorong oleh kebutuhan masyarakat akan perencanaan proteksi secara mandiri di tengah percepatan perubahan demografis. Sementara itu, segmen terkecil yaitu asuransi kesehatan diproyeksikan menjadi segmen paling dinamis dengan pertumbuhan tahunan sebesar +6,7% (Indonesia: 12,9%). Secara khusus, Asia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar untuk mengejar ketertinggalan.
Secara absolut, total premi global diperkirakan akan meningkat sebesar EUR 5.260 miliar dalam sepuluh tahun ke depan. Sebagian besar pertumbuhan ini akan berasal dari asuransi jiwa (EUR1.991 miliar). Lebih dari separuh tambahan premi ini akan dihasilkan di Asia yang lebih luas (EUR1.004 miliar), melampaui gabungan Amerika Utara (EUR416 miliar) dan Eropa Barat (EUR402 miliar). Dalam asuransi kerugian, 44% dari tambahan premi sebesar EUR1.505 miliar diperkirakan berasal dari Amerika Utara. Dalam asuransi kesehatan, tambahan premi sebesar EUR1.764 miliar sebagian besar akan berasal dari pasar Amerika Serikat.