Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri turut menyoroti isu ijazah palsu milik Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang masih bergulir hingga kini.
Megawati dengan tegas membantah sejumlah pihak yang mencoba mengaitkan kasus ijazah abal-abal itu dengan PDI-P. Bahkan partai politik berlambang Kepala Banteng itu sempat dituding menjadi pihak yang paling bersalah dan harus bertanggung jawab lantaran mengorbitkan Jokowi tanpa melihat latar belakang pendidikannya.
Baca Juga: Sayembara Rp100 Juta Cari Ijazah Gibran Tuai Kritik: yang Dipakai Duit Hasil Korupsi Bro?
“Masalah gonjang-ganjing ijazah Pak Jokowi ini selalu dikaitkan dengan PDI Perjuangan,” kata Megawati dalam sebuah potongan video yang diunggah akun X @ommi_siregar dilansir Olenka.id Kamis (13/8/2026).
Megawati mengatakan, PDI-P jelas ogah dikaitkan dengan isu tersebut, sebab saat Jokowi masuk menjadi kader partai, PDI-P sama sekali tak memberi persyaratan ijazah. Jokowi kata Mega saat menjadi kader PDI-P hanya bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Memang dulu itu Pak Jokowi kader PDI Perjuangan, dan ingat bahwa orang punya syarat masuk partai itu, kami tidak pernah memberi syarat membawa ijazah. Cukup dengan KTP, partai nanti akan mengeluarkan kartu tanda anggota partai,” bebernya.
Megawati mengatakan, jika isu ijazah palsu Jokowi itu benar adanya, maka pihak yang paling bertanggung jawab adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia mengatakan lembaga penyelenggara pemilu itu seharusnya memverifikasi seluruh dokumen termasuk dokumen pendidikan ketika PDI-P menyorkan Jokowi sebagai calon baik sebagai calon Wali Kota Solo, calon Gubernur DKI hingga Calon Presiden.
“Seandainya masalah pencalonan Pak Jokowi dari Wali Kota Solo sampai ke Presiden itu bukan salah PDI Perjuangan sebagai partai pengusung, yang salah itu KPU,” tuturnya.
“Kenapa? Apabila ijazah Pak Jokowi itu palsu kenapa KPU tak permasalahkan. KPU harusnya memverifikasi dulu benar atau tidak,” tambahnya memungkasi.