Mendiang Ciputra, Pendiri Ciputra Group, pernah membagikan kisah penting dalam perjalanan hidupnya, yakni sebuah transformasi besar yang ia lakukan di Universitas Tarumanagara.
Bagi Ciputra, perubahan sebuah institusi bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi tentang mengubah cara berpikir, budaya, dan semangat di dalamnya.
Saat pertama kali terlibat, kondisi Universitas Tarumanagara jauh dari ideal. Bahkan, dengan jujur dan tegas, ia menggambarkan situasinya sebagai sangat memprihatinkan.
“Pada waktu saya masuk Universitas Tarumanagara, dalam keadaan pincang sekali. Satu universitas yang hanya menjadi universitas pengemis, saya sebut pada waktu itu,” ungkap Ciputra, dalam sebuah video sebagaimana dikutip Olenka, Jumat (24/4/2026).
Namun, Ciputra tidak datang hanya untuk mengamati. Ia datang dengan visi besar dan keberanian untuk melakukan perubahan mendasar.
Bahkan sejak awal, ia mengaku sudah menyampaikan syarat sekaligus komitmennya kepada pengelola universitas.
“Sebelum saya masuk, kalian undang saya, saya akan mengubah segala filosofi, visi dan misi. Tapi saya janji, saya akan menjadikan Universitas Tarumanagara universitas yang donor, dari pengemis menjadi donor,” terang Ciputra.
Komitmen tersebut bukan sekadar janji. Seiring waktu, Ciputra mengambil peran strategis dalam kepemimpinan, mulai dari wakil ketua, kemudian ketua, hingga akhirnya menjadi Ketua Dewan Pembina.
Baca Juga: Cara Pandang Ciputra tentang Ijazah Kuliah