Pendiri Ciputra Group, mendiang Ciputra, dikenal sebagai sosok visioner yang tak hanya membangun kerajaan bisnis, tetapi juga meninggalkan warisan pemikiran tentang pentingnya pendidikan yang relevan dengan kehidupan nyata.
Bagi Ciputra, pendidikan bukanlah sekadar proses untuk mengejar gelar atau ijazah. Ia menekankan bahwa esensi pendidikan terletak pada kemampuan seseorang untuk bertahan hidup, beradaptasi, dan menciptakan peluang.
Dalam sebuah kesempatan, ia pernah membagikan pandangan yang cukup mengejutkan, bahkan bagi kalangan akademisi.
“Waktu kuliah umum saya pertama mungkin mahasiswa terheran-heran, dosen juga mungkin terheran. Saya bilang kalau kalian bisa berusaha, tingkat kedua anda tinggalkan sekolah, mulai usaha sendiri,” ungkap Ciputra,dalam sebuah video sebagaimana dikutip Olenka, Rabu (22/4/2026).
Pernyataan Ciputra tersebut bukan dimaksudkan untuk meremehkan pendidikan formal, melainkan sebagai kritik terhadap pola pikir yang keliru dalam memandang tujuan pendidikan.
Baca Juga: Resep Manjur Entrepreneurship Warisan Mendiang Ciputra
Menurut Ciputra, saat ini, terlalu banyak orang yang terjebak pada orientasi ijazah semata, bukan pada penguasaan ilmu dan keterampilan.
“Seharusnya ini bukan Anda mencari diploma, Anda mencari ilmu dan kemampuan untuk hidup,” tegasnya.
Ciputra melihat fenomena di mana pendidikan seringkali hanya dijadikan alat untuk mendapatkan pekerjaan, bukan untuk membangun kemandirian.
Padahal, kata dia, di era yang terus berubah, kemampuan beradaptasi dan berinovasi jauh lebih menentukan kesuksesan seseorang dibandingkan sekadar gelar akademik.
“Nah itulah pola pikir itu yang harus diubah. Sekarang kan asal mencari diploma,” terangnya.
Lebih jauh, Ciputra bahkan mengungkapkan pengalaman pribadinya yang cukup kontras dengan pandangan umum tentang pentingnya ijazah.
“Diploma dibutuhkan untuk menjadi pekerjaan. Sekarang? Beliau tidak akan pernah pakai ijazah seumur hidup. Saya juga tidak pernah pakai,” tandasnya.
Baca Juga: Kisah Ciputra Bertahan dari Lilitan Utang di Tengah Krisis 1998