Peneliti Senior Citra Institute Efriza menilai kinerja Kabinet Merah Putih besutan Presiden Prabowo Subianto masih setengah matang, pengamat politik itu mengatakan mayoritas menteri yang duduk di kabinet belum menunjukan progres kerja memuaskan, banyak dari mereka dengan kinerja pas-pasan. 

Hal ini disampaikan Efriza merespons isu reshuffle kabinet yang disebut-sebut segera dilakukan Kepala Negara dalam waktu dekat ini. 

Baca Juga: Pakar Apresiasi Diplomasi Energi Menteri Bahlil ke Rusia: Langkah Taktis yang Masuk Akal

Dia mengatakan rata-rata kinerja menteri di Kabinet Merah Putih jika dituangkan dalam angka  maka hanya berkisar dari 6 hingga 7 dari 10.  Angka itu kata dia masih jauh dari kata memuaskan mengingat usia kabinet ini telah berjalan beberapa tahun. Sejauh ini belum ada akselerasi berarti sebagaimana ekspektasi publik dan ambisi besar Presiden Prabowo Subianto. 

"Artinya, kinerja mereka memang belum bisa dikatakan gagal total atau buruk, tetapi tidak optimal,” ujar Efriza kepada wartawan dilansir Sabtu (18/4/2026).

Memang tidak semua menteri menunjukan kinerja yang kurang memuaskan, ada beberapa yang mulai menunjukkan progres dan adaptif, namun mayoritas masih terjebak dalam proses administrasi.

"Banyak yang masih dalam tahap konsolidasi. Bahkan, terkesan belum mampu menerjemahkan visi politik Presiden ke dalam kebijakan yang konkret dan berdampak luas bagi rakyat," tegasnya.

Efriza menilai, jika nantinya Prabowo benar-benar melakukan reshuffle, langkah itu harus dimaknai sebagai upaya "servis besar" untuk meningkatkan performa tim, bukan sekadar membuang orang.

Baca Juga: 5 Teknik Mencabut Alis yang Benar di Rumah untuk Hasil Rapi Alami

"Reshuffle ini nantinya bersifat korektif. Tujuannya meningkatkan performa tim agar lebih sinkron dengan keinginan Presiden, bukan semata karena kegagalan total para menterinya," pungkas Efriza.