Isu perombakan formasi Kabinet Merah Putih kembali mengemuka belakangan. Beberapa menteri diisukan bakal terimbas reshuffle kali ini, mereka digeser ke posisi lain atau bahkan didepak keluar kabinet. Salah satu nama yang santer disebut-sebut bakal kena reshuffle adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Desas desusnya Bahlil digeser mengisi posisi menteri koordinator.
Baca Juga: Bertemu Putin di Moskow, Prabowo dan Bahlil Mau Amankan Ketahanan Energi Nasional
Terkait isu tersebut Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengaku pihaknya di Golkar sejauh ini belum mendapatkan kabar tersebut. Tetapi yang jelas kata dia kinerja Bahlil selama duduk di pemerintahan memang layak diacungi jempol, dia bilang ketua umum partainya itu menorehkan prestasi gemilang selama menjabat Menteri ESDM terutama di tengah tekanan global yang memengaruhi sektor energi.
“Enggak tahu, orang dengar reshuffle saja nggak, gimana yang lain-lain. Kinerja Pak Bahlil oke dan makin baik. Orang mungkin tidak bisa membayangkan betapa sulitnya posisi beliau saat ini,” kata Sarmuji kepada wartawan dilansir Jumat (17/4/2026).
Sarmuji mengatakan, menjabat Menteri ESDM di tengah situasi global yang semakin tak menentu imbas gejolak Timur Tengah karena perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel itu jelas tidak mudah. Bahlil kata dia harus bekerja keras demi menjaga ketahanan energi nasional. Hasilnya kata pasokan energi nasional tetap stabil di tengah ancaman krisis global.
“Beliau harus berpikir keras mengamankan energi di saat perang bergejolak dan suplai energi global tersendat,” lanjutnya.
Menurut Sarmuji, tidak semua negara mampu menjaga stabilitas energi dalam situasi tersebut. Namun, Indonesia dinilai berhasil mempertahankan pasokan sekaligus menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil.
Baca Juga: Menteri Bahlil Berhasil Tepis Kekhawatiran Publik Soal Kelangkaan BBM Saat Lebaran
“Tidak semua negara bisa menjaga ketahanan energi. Alhamdulillah, Pak Bahlil mampu mengamankan suplai sekaligus menjaga harga BBM tidak naik. Itu bukan hal yang mudah,” ujarnya.