Ketika Pengalaman Menjadi Nilai Tambah

Cara pandang terhadap konsumen tersebut sebenarnya juga terlihat dalam strategi Erajaya di bisnis ritelnya.

Sebelumnya, Hasan pernah mengatakan bahwa perusahaan berusaha menghindari persaingan yang hanya bertumpu pada harga dengan menciptakan nilai tambah melalui bundling produk, layanan, aksesori, serta peningkatan kualitas pelayanan.

“Kita jangan hanya jual produk aja, kita jual produk bundle, jadi orang nggak bisa bedain harganya kan. Kalau kita hanya compare device to device itu gampang di-compare,” ujarnya.

Baca Juga: Perkuat Strategi Pemasaran yang Lebih Personal, Erajaya Manfaatkan Solusi Salesforce

Strategi tersebut memang berada dalam konteks bisnis ritel perangkat. Namun, gagasan yang sama dapat ditemukan dalam perkembangan industri lifestyle: ketika produk semakin mudah dibandingkan, pengalaman menjadi ruang untuk menciptakan pembeda.

Dalam F&B, pengalaman itu bisa berupa suasana kafe, pelayanan, desain ruang, hingga kesempatan untuk menjadikan sebuah tempat sebagai bagian dari rutinitas.

Karena itulah perkembangan bisnis F&B Erajaya menjadi menarik untuk dilihat bukan hanya sebagai diversifikasi portofolio, tetapi juga sebagai respons terhadap perubahan perilaku konsumen.

Oriental Kopi dan Bertambahnya Ruang Sosial Baru

Langkah terbaru Erajaya di sektor tersebut terlihat dari kemitraannya dengan Oriental Coffee International Sdn. Bhd. pada Agustus 2026.

PT Era Boga Nusantara, bagian dari Erajaya Group, membentuk perusahaan patungan PT Era Oriental Kopi bersama Oriental Coffee International untuk mengembangkan dan menjalankan restoran Oriental Kopi di Indonesia. Dalam struktur tersebut, EBN memegang 60% saham, sedangkan Oriental Coffee International memiliki 40%.

Pengembangan tahap awal akan difokuskan di wilayah Jabodetabek. Kemitraan tersebut menjadi langkah baru bagi Erajaya untuk memperluas portofolio bisnis food & nourishment, sekaligus membawa merek asal Malaysia tersebut ke pasar Indonesia.

CEO Erajaya Food & Nourishment Jeremy Sim mengatakan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Oriental Kopi telah tumbuh bahkan sebelum merek tersebut hadir secara resmi di Indonesia. Sementara dari sisi Oriental Kopi, Indonesia dipandang memiliki kedekatan geografis dan selera kuliner dengan Malaysia.

Kehadiran merek baru seperti Oriental Kopi pada akhirnya tidak hanya menambah pilihan makanan dan minuman. Lebih jauh, ia ikut memperkaya pilihan ruang yang dapat digunakan masyarakat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Prinsip Kepemimpinan Petinggi Erajaya, Hasan Aula

Hal itu menjadi semakin relevan ketika konsumen tidak lagi memisahkan secara tegas antara makan, bekerja, bersosialisasi, dan menikmati waktu luang.

Tiga Dekade dan Konsumen yang Terus Berubah

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari cerita 30 Tahun Erajaya Group, sebuah periode ketika perilaku konsumen berubah jauh dibandingkan saat perusahaan pertama kali berdiri pada 1996.

Teknologi yang dahulu menjadi produk kini telah menjadi bagian dari kehidupan. Smartphone digunakan untuk bekerja dan berkomunikasi, perangkat wearable membantu aktivitas olahraga, sementara layanan digital menghubungkan konsumen dengan berbagai kebutuhan dalam hitungan detik.

Namun, semakin terhubungnya kehidupan melalui perangkat digital ternyata tidak membuat ruang fisik kehilangan makna.

Justru sebaliknya, ruang fisik seperti kafe dan restoran mendapatkan fungsi baru. Tempat-tempat tersebut menjadi titik pertemuan antara kehidupan digital dan kehidupan sehari-hari, tempat seseorang dapat membawa pekerjaannya sekaligus bertemu orang lain, atau menikmati makanan sembari membangun relasi.

Di situlah perubahan gaya hidup urban menjadi menarik. Konsumen tidak lagi hidup dalam kategori yang terpisah antara bekerja, berbelanja, makan, berolahraga, dan bersosialisasi. Semua aktivitas tersebut dapat berlangsung dalam satu hari, bahkan dalam satu tempat.

Mungkin itu pula yang menjelaskan mengapa kafe tetap dicari meski kopi bisa dipesan dari rumah. Karena yang dicari konsumen sebenarnya tidak selalu berada di dalam cangkir.

Ada suasana yang ingin dinikmati, pekerjaan yang ingin diselesaikan, teman yang ingin ditemui, komunitas yang ingin dibangun, atau sekadar kesempatan untuk keluar dari rutinitas dan berada di ruang yang berbeda.

Kopi bisa diantar ke rumah. Tetapi pengalaman bertemu, berbincang, bekerja bersama, dan merasa menjadi bagian dari sebuah ruang tidak bisa dikirim oleh kurir.

Dan selama kebutuhan itu masih ada, kafe akan tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat urban.