PT Erajaya Swasembada Tbk terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip keberlanjutan melalui praktik pengelolaan limbah berkelanjutan, sebuah inisiatif yang mengedepankan pendekatan circular economy dalam pengelolaan material di seluruh operasional perusahaan. Atas implementasi program tersebut, Erajaya berhasil meraih Anugerah Khusus Sektor Barang Konsumen pada ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026, sebagai apresiasi atas komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sejalan dengan komitmen perusahaan dalam membangun Circular Retail Ecosystem, praktik pengelolaan limbah berkelanjutan dikembangkan sebagai kerangka kerja yang memetakan berbagai jenis material yang dihasilkan dari aktivitas operasional perusahaan serta mengidentifikasi peluang agar material tersebut dapat dikelola secara bertanggung jawab dan dimanfaatkan kembali melalui pendekatan circular economy. Dengan demikian, material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat memiliki nilai guna yang lebih panjang serta memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, maupun bisnis.

Baca Juga: Erajaya Group Bentuk Perusahaan Patungan PT Era Oriental Kopi

Inisiatif ini merupakan wujud komitmen Erajaya dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam operasional bisnis. Melalui pendekatan circular economy, Erajaya berupaya memastikan setiap material yang dihasilkan dari aktivitas operasional dikelola secara bertanggung jawab dengan mengedepankan metode pengurangan, pemanfaatan kembali, dan pengolahan sesuai karakteristiknya.

Selainmengurangi dampak terhadap lingkungan, pendekatan circular economy ini juga menciptakan nilai sosial dan ekonomi melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemberdayaan UMKM, hal ini mencerminkan langkah Erajaya dalam memperkuat tata kelola pengelolaan material, serta mendukung terciptanya bisnis yang berkelanjutan.

Jimmy Peranginangin, Group Chief of HC, GA, Litigations & CSR Erajaya Group, mengatakan, “Bagi Erajaya, circular economy bukan sekadar tentang mengelola limbah, tetapi tentang bagaimana kami memandang setiap material sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai. Melalui praktik pengelolaan limbah berkelanjutan, kami berupaya memetakan berbagai aliran material yang dihasilkan dari operasional perusahaan untuk kemudian mengidentifikasi peluang agar material tersebut dapat dimanfaatkan kembali melalui pendekatan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan cara ini, kami ingin membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya lebih efisien dalam penggunaan sumber daya, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.”

Melalui pendekatan tersebut, Erajayamengintegrasikan berbagai inisiatif pengelolaan material ke dalam satu ekosistem yang mendukung penerapan circular economy di lingkungan operasional bisnis. Material yang dikelola mencakup e-waste, material branding, plastik, kertas dan kardus, hingga limbah organik yang dihasilkan dari kantor, retail store, warehouse, service center, serta aktivitas promosi.

Setiap kategori material ditangani melaluipendekatan yang sesuai, mulai dari pemilahan, pengelolaan bersama mitra berizin, hingga pemanfaatan kembali melalui proses daur ulang dan upcycling yang melibatkan UMKM. Dengan memperpanjang siklus hidup setiap material, Erajaya tidak hanya mengurangi timbulan limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan bisnis.

Program ini turut diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk mitra pengelola limbah berizin, pelaku usaha, komunitas, maupun karyawan. Kolaborasi tersebut mendorong penerapan praktik pengelolaan material yang lebih bertanggung jawab, sekaligus memperluas dampak sosial dari inisiatif berkelanjutan perusahaan. Erajaya juga terus memperkuat tata kelola melalui sistem pemantauan dan pelaporan yang mendukung implementasi ESG secara terintegrasi.

Sejak dijalankan, praktik pengelolaan limbah berjelanjutan telah menjadi bagian penting dari transformasi keberlanjutan Erajaya dalam membangun praktik bisnis yang lebih sirkular. Hingga saat ini, Erajayatelah mengelola 54 ton limbah operasional dan 3.911 unit e-waste secara bertanggung jawab, serta mendaurulang lebih dari 175 kg sampah plastik.

Kolaborasi dengan UMKM turut mendorong pemanfaatan kembali material menjadi produk bernilai tambah. Berbagai inisiatif tersebut turut berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, penghematan energi, pengurangan limbah TPA, Di saat yang sama, program edukasi dan kampanye ESG yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta turut memperkuat kesadaran dan partisipasi stakeholder dalam membangun ekosistem yang lebih berkelanjutan.

Penghargaan pada ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026 menjadi pengakuan atas langkah Erajaya dalam mengintegrasikan prinsip circular economy ke dalam operasional bisnis. Ke depan, Erajaya akan terus mengembangkan praktik pengelolaan limbah berkelanjutan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat Circular Retail Ecosystem, mendorong efisiensi penggunaan sumber daya, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.