Di tengah maraknya acara luring seperti konser, festival, hingga gathering komunitas, menghadirkan audiens profesional ternyata masih menjadi tantangan tersendiri.
Berbeda dengan publik umum, kalangan profesional cenderung lebih selektif dalam memilih acara yang akan mereka hadiri, mengingat padatnya rutinitas dan tuntutan pekerjaan.
Hal ini diungkap dalam studi terbaru dari Populix bertajuk 'Winning the Professional Audience: Event Preferences and Attendance Insights'. Survei yang melibatkan hampir 900 profesional ini mengupas preferensi hingga motivasi mereka dalam menghadiri acara luring.
Menurut Senior Research Director Populix, Indah Tanip, minat terhadap acara luring sebenarnya masih cukup tinggi.
“Meskipun acara daring cukup populer, temuan Populix menunjukkan bahwa acara luring masih sangat relevan bagi para profesional. Bahkan dalam setahun, rata-rata para profesional menghadiri 1–3 acara luring," tutur Indah, dikutip Jumat (17/4/2026).
"Selain sebagai hiburan, motivasi terbesar mereka menghadiri acara luring adalah untuk mendapatkan pengalaman baru sambil memperluas relasi profesional,” sambung Indah.
Temuan ini sekaligus membuka peluang bagi penyelenggara acara untuk merancang strategi yang lebih tepat sasaran. Salah satu faktor kunci adalah menghadirkan nilai nyata bagi peserta, terutama dalam hal networking dan relevansi tema.
Lebih dari separuh responden mengaku bahwa kesempatan untuk berjejaring serta kesesuaian topik dengan bidang pekerjaan menjadi alasan utama mereka hadir.
Selain itu, lokasi juga memainkan peran penting. Mayoritas profesional cenderung memilih venue yang mudah dijangkau, dengan preferensi yang cukup tinggi terhadap ruang terbuka.
Alternatif lain seperti pusat perbelanjaan dan convention center juga masih menjadi pilihan menarik.
Baca Juga: Survei Populix Patahkan Mitos, Generasi Muda Ternyata Rajin Menabung!
Dari sisi waktu, pagi hari menjadi momen yang paling diminati, khususnya antara pukul 08.00 hingga 11.00. Sebaliknya, slot makan siang justru kurang menarik perhatian.
Menariknya, kebanyakan profesional juga lebih memilih menghadiri acara di hari kerja dan dalam jam kerja. Hanya sebagian kecil yang bersedia mengorbankan waktu akhir pekan mereka.
Skala acara pun tidak kalah penting. Alih-alih acara besar dengan ribuan peserta, lebih dari setengah responden justru merasa lebih nyaman dalam acara berskala menengah dengan jumlah peserta sekitar 20 hingga 100 orang. Format ini dinilai lebih kondusif untuk interaksi dan membangun koneksi yang bermakna.
Detail kecil seperti isi goodie bag juga turut memengaruhi pengalaman peserta. Produk yang relevan dan bermanfaat, mulai dari merchandise eksklusif, voucher, hingga gadget, dapat meningkatkan kesan positif terhadap acara.
Untuk acara berbayar, studi ini menunjukkan bahwa mayoritas profesional masih bersedia membeli tiket di kisaran Rp50.000 hingga Rp250.000, dengan rata-rata sekitar Rp222.441. Angka ini menegaskan bahwa selama acara menawarkan nilai yang sepadan, harga bukanlah hambatan utama.
Indah menambahkan, penelitian Populix juga mengungkap bahwa sembilan dari sepuluh profesional yang pernah menghadiri acara berbayar tidak segan untuk kembali merogoh kocek demi menghadiri acara lainnya.
"Hal ini menunjukkan peluang keberlanjutan bisnis yang cukup besar bagi acara berbayar. Dengan catatan bahwa acara tersebut memiliki elemen-elemen kunci seperti hiburan, relasi, dan sesuai dengan minat dan kebutuhan para profesional," tandasnya.
Baca Juga: Survei Populix: Laki-Laki dan Milenial Lebih Gesit Ikuti Hype Makanan Kekinian