Kasus kanker pada usia muda atau generasi Z terus menunjukkan tren peningkatan di berbagai negara. Penelitian terbaru mengungkap salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap fenomena tersebut, yakni advanced systemic aging atau penuaan sistemik yang terjadi lebih cepat dibandingkan usia biologis seseorang.
Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa individu yang mengalami penuaan biologis lebih cepat memiliki risiko lebih tinggi terkena early-onset cancer atau kanker yang muncul pada usia muda. Hubungan ini tetap terlihat meski peneliti telah memperhitungkan faktor genetik maupun kecenderungan bawaan terhadap penuaan dini.
Baca Juga: Benarkah Terlalu Sering Makan Sate Bisa Meningkatkan Risiko Kanker? Ini Penjelasan Dokter Ahli
Temuan tersebut menunjukkan bahwa risiko kanker tidak hanya dipengaruhi faktor keturunan, tetapi juga proses penuaan biologis yang berlangsung lebih cepat di dalam tubuh.
Peneliti utama, Yin Cao, mengatakan hasil penelitian ini berpotensi membuka peluang baru dalam upaya pencegahan kanker melalui identifikasi individu yang berisiko tinggi sejak masih sehat.
"Jika kita dapat mengidentifikasi orang-orang muda dengan risiko kanker tertinggi saat mereka masih sehat, kita dapat memfokuskan upaya pencegahan dan deteksi dini kepada mereka yang paling diuntungkan dari intervensi sejak awal," ujar Cao, dikutip dari publikasi Washington University in St. Louis, Rabu (08/07/2026).
Baca Juga: Masih Bisakah Hamil Setelah Didiagnosis Kanker Endometrium? Ini Kata Dokter
Organ Tertentu Menua Lebih Cepat
Penelitian juga menemukan bahwa proses penuaan tidak selalu terjadi secara merata di seluruh tubuh. Beberapa organ diketahui mengalami penuaan lebih cepat dan berkaitan dengan meningkatnya risiko jenis kanker tertentu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penuaan dini pada sistem kekebalan tubuh (immune system) berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker paru yang muncul pada usia muda. Sementara itu, penuaan lebih cepat pada jaringan lemak (adiposa) dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker kolorektal pada usia muda.
Temuan ini mengindikasikan bahwa perubahan biologis pada organ tertentu dapat menjadi petunjuk awal munculnya kanker.
Baca Juga: Kanker Endometrium Kini Mengintai Perempuan Muda, Kenali Gejala Awal dan Cara Mencegahnya
Penyebabnya Masih Terus Diteliti
Studi ini merupakan bagian dari Cancer Grand Challenges, program riset internasional yang didirikan oleh Cancer Research UK bersama National Cancer Institute.
Direktur Cancer Grand Challenges, David Scott, mengatakan hingga kini para ilmuwan masih berupaya mencari penyebab pasti meningkatnya kasus kanker pada kelompok usia muda di berbagai belahan dunia.
"Untuk saat ini, kita belum memiliki jawaban pasti mengenai apa yang mendorong meningkatnya kanker usia muda di seluruh dunia. Namun penelitian seperti ini membantu menyusun gambaran yang lebih besar, bahwa kanker mungkin dipengaruhi bukan hanya oleh perubahan di dalam sel, tetapi juga perubahan yang terjadi pada tubuh secara keseluruhan," jelas Scott.
Faktor Gaya Hidup dan Lingkungan Akan Dikaji
Ke depan, Yin Cao dan tim peneliti akan meneliti lebih lanjut bagaimana faktor lingkungan, pola hidup, serta kondisi sosial dapat meninggalkan jejak biologis pada tubuh dan mempercepat proses penuaan.
Melalui penelitian lanjutan tersebut, para ilmuwan berharap dapat memahami alasan di balik meningkatnya kasus kanker pada generasi muda. Hasilnya diharapkan mampu membantu tenaga medis mengidentifikasi individu berisiko tinggi lebih awal sehingga langkah pencegahan dan deteksi dini dapat dilakukan sebelum kanker berkembang.