Kesadaran masyarakat terhadap kanker belakangan ini semakin meningkat. Namun, masih banyak orang yang terlambat menyadari tanda-tanda penyakit ini karena gejalanya sering dianggap sepele.

Padahal, kanker umumnya berkembang dalam waktu yang lama dan tubuh sebenarnya sudah memberi sinyal sejak awal.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, menegaskan bahwa banyak pasien kanker sebenarnya telah merasakan gejala pada tubuh mereka sebelum didiagnosis, tetapi sering kali keluhan tersebut diabaikan.

“Banyak pasien itu yang tidak mendengar keluhan tubuhnya sendiri. Padahal tubuh sering memberi tanda lebih dulu,” tutur Prof. Aru, dalam sebuah video sebagaimana dikutip dari laman Ibupedia, Kamis (12/3/2026).

Menurut Prof. Aru, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai karena bisa menjadi sinyal awal kanker. Gejala pertama yang paling mudah dikenali adalah munculnya benjolan yang tidak biasa pada tubuh.

“Kalau ada benjolan, itu pasti harus diperhatikan,” kata Prof. Aru.

Selain benjolan, kata Prof. Aru, rasa nyeri yang tidak kunjung hilang di suatu bagian tubuh juga patut dicurigai.

"Nyeri yang berlangsung terus-menerus tanpa penyebab jelas dapat menjadi pertanda adanya masalah serius di dalam tubuh," tuturnya.

Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah perdarahan yang terjadi di tempat atau waktu yang tidak lazim. Misalnya, menstruasi yang tidak kunjung berhenti atau perdarahan di luar siklus normal.

Tak hanya itu, perubahan pada pola buang air besar juga bisa menjadi sinyal penting.

"Kondisi yang berubah-ubah, seperti hari ini diare lalu keesokan harinya justru keras, dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saluran pencernaan," ujar Prof. Aru.

Baca Juga: Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Diderita Vidi Aldiano Selama 6 Tahun