Nama Damar Canggih Wicaksono, putra mendiang Dono Warkop DKI, belakangan menjadi sorotan publik. Berbeda dengan sang ayah yang dikenal sebagai komedian legendaris Indonesia, Damar memilih meniti karier di dunia sains dan kini berkiprah sebagai peneliti di bidang teknik nuklir di Jerman.

Alih-alih mengikuti jejak Dono Warkop di industri hiburan, Damar memilih mendalami ilmu pengetahuan. Berbekal pendidikan dan pengalaman riset, ia kini menjadi bagian dari salah satu lembaga penelitian bergengsi di Jerman.

Perjalanan akademiknya dimulai di Program Studi Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelah lulus dengan predikat cum laude, Damar melanjutkan pendidikan ke Swiss untuk memperdalam bidang yang ditekuninya.

Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Deddy Mahendra Desta, Pemeran ‘Dono’ di Film Warkop DKI Reborn

Ia kemudian menempuh studi di École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), salah satu universitas sains dan teknologi terbaik di dunia. Di kampus tersebut, Damar berhasil meraih gelar doktor (PhD) di bidang teknik nuklir.

Latar belakang akademik Damar tak lepas dari lingkungan keluarganya. Sebelum dikenal sebagai anggota Warkop DKI, Dono atau Drs. Wahyu Sardono merupakan dosen sosiologi di Universitas Indonesia (UI) yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Damar bergabung dengan Helmholtz-Zentrum Dresden-Rossendorf (HZDR) di Jerman. Lembaga riset tersebut dikenal berfokus pada penelitian di bidang energi, kesehatan, dan material canggih.

Selama berkarier sebagai peneliti, Damar turut menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah di jurnal internasional yang berkaitan dengan pengembangan teknologi nuklir dan berbagai riset di bidang teknik nuklir.

Di tengah banyaknya anak selebritas yang mengikuti jejak orang tuanya di dunia hiburan, perjalanan Damar Canggih Wicaksono menunjukkan pilihan yang berbeda. Ia membangun karier melalui jalur akademik dan penelitian hingga mampu berkiprah di tingkat internasional.

Kisah putra Dono Warkop ini pun menjadi inspirasi bahwa dedikasi terhadap pendidikan dan riset dapat membuka peluang untuk berkontribusi di panggung global, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di dunia sains.