3. Ceri

Ceri dikenal mungil, berkilau, dan tampak menggemaskan, tapi di balik ukurannya yang kecil, terkandung gula yang cukup tinggi. Satu cangkir ceri segar bisa mengandung sekitar 18 gram gula.

Varietas manis seperti Bing memiliki kadar lebih tinggi daripada jenis asam. Karena biasanya dimakan banyak sekaligus, gula dalam ceri bisa cepat terakumulasi.

4. Leci

Buah tropis ini mungkin kecil, tapi kadar gulanya mengejutkan. Secangkir leci segar bisa mencapai hampir 30 gram gula.

Rasanya manis beraroma bunga, hampir seperti parfum alami, yang membuatnya sulit berhenti hanya pada satu atau dua buah.

Popularitasnya di Asia menjadikan leci sebagai camilan manis alami, sekaligus salah satu buah dengan gula tertinggi.

5. Pisang

Pisang adalah buah praktis sekaligus sumber energi cepat. Saat masih kuning muda, rasanya tidak terlalu manis, namun seiring matang, pati dalam pisang berubah menjadi gula. Pisang matang berukuran sedang mengandung sekitar 14 gram gula.

Kandungan kalium, vitamin B6, dan seratnya membuat pisang populer di kalangan atlet, baik dimakan langsung, diblender menjadi smoothie, maupun diolah jadi roti pisang.

6. Buah Ara

Buah ara, baik segar maupun kering, dikenal memiliki rasa manis alami yang menyerupai madu. Satu buah ara kering bisa mengandung hampir 8 gram gula, dan biasanya dimakan lebih dari satu.

Teksturnya kenyal dengan biji renyah di dalamnya, menjadikannya camilan sehat sekaligus padat energi. Selain manis, buah ara juga menyumbang kalsium, zat besi, dan serat.

Nah Growthmates, meski buah-buahan ini tinggi gula, bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya ada pada porsi yang seimbang dan kesadaran akan kandungan gulanya. Dengan begitu, kita tetap bisa menikmati manisnya buah sambil menjaga kesehatan tubuh.