Cara orang merencanakan dan menikmati perjalanan ternyata tidak sama di setiap generasi. Mulai dari tujuan liburan, cara menyusun itinerary, hingga kebiasaan mengatur budget, semuanya dipengaruhi oleh karakter generasi masing-masing.

Hal ini terungkap dalam Jenius Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi, yang menggambarkan kebiasaan, preferensi, dan aspirasi perjalanan dari Gen X (1965–1980), Gen Y atau milenial (1981–1996), dan Gen Z (1997–2012).

Studi ini dilakukan pada November 2025 hingga Januari 2026 melalui survei online dan wawancara mendalam terhadap 300 responden dari berbagai profesi.

Hasilnya, menunjukkan bahwa meskipun semua generasi gemar traveling, cara mereka merencanakan hingga menikmati perjalanan memiliki karakteristik yang berbeda.

Rata-rata Traveling 1–2 Kali Setahun

Sepanjang tahun 2025, responden dari ketiga generasi tercatat rata-rata melakukan perjalanan wisata sebanyak satu hingga dua kali dalam setahun.Namun, jenis perjalanan yang dipilih setiap generasi berbeda.

Gen X paling banyak memilih liburan keluarga (44%), diikuti eksplorasi alam (15%), kuliner (13%), serta wisata sejarah dan budaya (13%).

Sementara itu, Gen Y cenderung lebih beragam. Liburan keluarga masih dominan (26%), tetapi kuliner (23%) serta wisata sejarah dan budaya (18%) juga menjadi pilihan populer.

Berbeda dengan dua generasi sebelumnya, Gen Z lebih tertarik pada pengalaman baru. Mereka paling banyak memilih wisata kuliner (28%), diikuti eksplorasi alam (18%) serta wisata sejarah dan budaya (18%). Bahkan, tren fan trip atau perjalanan untuk mengunjungi destinasi yang berkaitan dengan idola, mulai terlihat pada generasi ini.

Cara Menentukan Destinasi Liburan

Meskipun berbeda generasi, ada satu kesamaan penting: semua generasi menyukai destinasi yang belum pernah dikunjungi sebelumnya dan memiliki fasilitas publik yang nyaman.Namun, alasan di balik pilihan tersebut berbeda.

Gen X cenderung mempertimbangkan kenyamanan fasilitas dan destinasi yang sedang populer. Sementara, Gen Y lebih sensitif terhadap promo serta mempertimbangkan faktor eksklusivitas atau privasi. Dan, Gen Z paling tertarik dengan tempat baru yang unik, sesuai budget, sekaligus memiliki konsep eco-friendly travel.

Preferensi ini menunjukkan bagaimana pengalaman, kenyamanan, dan nilai keberlanjutan semakin berperan dalam menentukan pilihan perjalanan.

Destinasi Dalam Negeri Masih Favorit

Ketika memilih lokasi perjalanan, destinasi domestik masih menjadi pilihan utama bagi Gen X dan Gen Y. Sebanyak 40% responden dari dua generasi ini memilih traveling di dalam negeri. Sebaliknya, Gen Z lebih banyak tertarik pada perjalanan ke luar negeri dengan persentase yang sama, yaitu 40%.

Beberapa destinasi domestik yang populer antara lain Bali, Yogyakarta, Labuan Bajo, Magelang, dan Nusa Tenggara Barat.

Google Maps Jadi Andalan saat Menyusun Itinerary

Dalam hal menyusun rencana perjalanan, teknologi menjadi alat yang paling diandalkan oleh semua generasi.

Google Maps menjadi sumber utama untuk membuat itinerary, digunakan oleh sekitar 37–39% responden dari tiap generasi.

Selain itu, media sosial juga menjadi referensi penting, terutama bagi Gen Z. Sementara, blog atau platform travel masih digunakan untuk mencari inspirasi destinasi. Dan, AI mulai dimanfaatkan oleh sebagian traveler untuk merancang rencana perjalanan.

Meski demikian, karakter generasi tetap terlihat. Gen X cenderung membuat rencana lebih sederhana, sementara Gen Z lebih fleksibel dan mudah mengubah itinerary jika menemukan tempat menarik di perjalanan.

Baca Juga: Kartu Debit atau Kredit Hilang saat Liburan? Ini Jurus Anti Panik dari Jenius