Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK) dan pakar hukum tata negara terkemuka Indonesia Jimly Asshidiqie ikut merespons keinginan Presiden Prabowo yang menyatakan kesediaannya menjadi juru damai untuk meredam perang Iran dan Israel serta Amerika Serikat (AS) yang sedang berkecamuk sekarang ini.
Keduanya kompak memberi sambutan positif kendati upaya mendamaikan pihak-pihak yang terlibat dalam perang tersebut dinilai bukan sebuah pekerjaan mudah. Prabowo disebut harus bekerja keras untuk mewujudkan niat baiknya itu.
Dimintai Temui Trump
Menurut JK, sebagai langkah awal, Presiden Prabowo mesti menemui Presiden AS Donald Trump untuk berbicara empat mata. Bagi JK menemui Trump adalah langkah awal yang baik sebab ia menjadi pihak yang pertama melakukan serang yang memicu perang tiga negara itu.
Baca Juga: Menghitung Dampak Perang Iran-Israel dan AS Terhadap Ekonomi Indonesia
"Justru yang harus diberikan, dikunjungi, Trump, karena dia menyerang," kata JK ditemui di Masjid Kampus UGM, Sleman, DIY dilansir Jumat (6/3/2026).
JK mengatakan, pertemuan dengan Trump bisa menjadi pintu masuk Indonesia untuk mendorong Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian mengambil alih untuk mendamaikan pihak-pihak yang terlibat perang.
"Bagaimana mempergunakan Board of Peace itu menjadi perdamaian. Jadi pemerintah Indonesia sebaiknya minta agar dipergunakan Board of Peace itu untuk kedamaian," ujarnya.
Sementara itu, Jimly meminta masyarakat untuk memandang sinis niatan kepala negara untuk mendamaikan konflik ini. Dia mengatakan rencana itu bukan dalam artian menjadi mediator untuk memediasi Israel dengan Iran. Ia mengartikan peranan itu sebagai upaya Indonesia mengambil peran yang lebih besar dalam geopolitik dunia.
"Jangan dianggap negatif dulu ya dia bukannya mendamaikan orang yang baru dibunuh bukan begitu tapi untuk menurunkan eskalasi dan mencegah apa serangan lagi dari Israel," ujar dia.
"Ini kan orang Presidennya udah dibunuh ya kan Ayatollah-nya udah dibunuh masa ditawarin damai bukan dalam konteks itu tapi ini untuk mencegah eskalasi," imbuhnya.
Terbang ke Teheran
Dalam kesempatan itu, Jimly mengatakan, saat ini Prabowo berencana terbang ke Teheran, Iran untuk misi perdamaian tersebut. Prabowo tak berangkat sendiri, ia pergi bersama pemimpin Pakistan yang juga punya misi yang sama.
Baca Juga: Seberapa Besar Peluang Iran Memenangkan Perang Lawan Israel-AS?
Prabowo disebut telah membangun komunikasi bersama pimpinan Pakistan terkait agenda tersebut. Mereka dalam beberapa hari terakhir ini telah berbicara panjang lebar mengenai agenda itu. Indonesia dan Pakistan sama-sama inginmencegah eskalasi konflik yang lebih besar.
"Presiden Pakistan. Nah mereka akan sama-sama pergi ke Teheran," pungkas Jimly.