Menurut dr. Widya, hipokalsemia juga tidak selalu terjadi akibat kurangnya konsumsi makanan yang mengandung kalsium. Sebab, tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk menjaga keseimbangan kadar kalsium dalam darah melalui kerja kelenjar paratiroid, vitamin D, dan ginjal.

Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid atau PTH yang berfungsi membantu mempertahankan kadar kalsium dalam darah. Sementara itu, vitamin D berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium dari makanan melalui usus.

“Jadi seseorang dapat mengonsumsi kalsium, tetapi bila vitamin D sangat rendah, penyerapannya tetap tidak optimal,” terang dr. Widya.

Selain kekurangan vitamin D, penyakit ginjal berat juga dapat mengganggu keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh. Gangguan pada saluran pencernaan pun berpotensi membuat penyerapan kalsium tidak berlangsung optimal.

Sejumlah kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipokalsemia. Kondisi tersebut antara lain dapat terjadi pada orang yang pernah menjalani operasi tiroid, paratiroid, atau leher, memiliki kekurangan vitamin D, mengalami malnutrisi, serta menderita penyakit ginjal atau hati kronis. Risiko juga meningkat pada orang dengan kekurangan magnesium maupun gangguan penyerapan nutrisi di usus.

Untuk mencegah kekurangan kalsium, dr. Widya menyarankan agar kebutuhan mineral tersebut dipenuhi terutama melalui konsumsi makanan bergizi seimbang. Kebutuhan kalsium orang dewasa secara umum sekitar 1.000 miligram per hari.

Dipaparkan dr. Widya, berbagai bahan pangan dapat menjadi sumber kalsium, mulai dari susu, yogurt, keju, sarden, tahu yang diproses menggunakan kalsium, hingga sayuran hijau. Kalsium juga bisa diperoleh dari makanan dan minuman yang telah difortifikasi atau diperkaya dengan mineral tersebut.

Selain memastikan kecukupan asupan kalsium, menjaga kadar vitamin D juga tidak kalah penting. Pasalnya, vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium secara optimal sehingga keseimbangan mineral tetap terjaga.

“Selain kalsium, kadar vitamin D juga perlu dipertahankan karena vitamin D membantu usus menyerap kalsium,” pungkasnya.

Baca Juga: 7 Jenis Makanan dengan Kandungan Kalsium Lebih Banyak daripada Susu