Posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden dinilai belum sepenuhnya memberikan jaminan keamanan politik bagi keluarga Joko Widodo (Jokowi).

Pengamat politik Rocky Gerung menilai, kalkulasi politik Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden justru mengarah pada target yang lebih besar, yakni mendorong Gibran hingga menjadi Presiden Republik Indonesia.

Menurut Rocky, berbagai aktivitas politik yang dilakukan Jokowi belakangan ini, termasuk safari ke sejumlah daerah dan konsolidasi dengan kelompok masyarakat, tidak dapat dilepaskan dari upaya membangun modal politik jangka panjang.

Analisis tersebut disampaikan Rocky melalui kanal YouTube Total Politik dalam tayangan yang dipublikasikan pada 5 Agustus 2026.

Baca Juga: 'Saya Minta Mas Gibran Mundur!'

Rocky menilai posisi Gibran sebagai wakil presiden masih memiliki sejumlah celah politik. Terlebih, sejak awal pencalonannya, Gibran telah berada di tengah perdebatan mengenai legitimasi dan proses pencalonan.

Menurut Rocky, kondisi tersebut membuat posisi Gibran masih rentan terhadap tekanan opini publik maupun dinamika politik di kalangan elite.

"Jadi wapres saja masih dipersoalin," tegas Rocky.

Ia kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan kepentingan politik Jokowi setelah tidak lagi berada di kursi kepresidenan.

Rocky menilai sejumlah persoalan yang berkaitan dengan masa pemerintahan Jokowi berpotensi kembali menjadi sorotan setelah dirinya tidak lagi memiliki kekuasaan eksekutif.

Menurut dia, berbagai polemik, termasuk persoalan politik dan hukum yang pernah muncul selama pemerintahan Jokowi, dapat terus dipersoalkan apabila tidak ada kekuatan politik yang cukup besar untuk menopangnya.

Baca Juga: Ijazah Jokowi Asli, Orangnya yang Palsu

Dalam analisisnya, Rocky menyebut posisi Gibran sebagai wakil presiden belum cukup memberikan perlindungan politik bagi Jokowi.

Ia menilai situasinya akan berbeda apabila Gibran berhasil memenangkan kontestasi dan menduduki kursi presiden.

"Bagi Pak Jokowi dia masih banyak kasus dan tidak mungkin orang berhenti mempersoalkan itu. Satu-satunya yang bisa membuat dia aman kalau Gibran jadi presiden," ujar Rocky.

Pernyataan tersebut merupakan analisis dan pandangan Rocky Gerung mengenai kalkulasi politik Jokowi, bukan kepastian mengenai agenda politik keluarga Jokowi ke depan.

Baca Juga: Safari Berlanjut, Jokowi Bakal Muter-Muter di NTT

Rocky kemudian menyoroti aktivitas Jokowi yang masih aktif melakukan kunjungan dan konsolidasi politik di berbagai daerah meski masa jabatannya sebagai presiden telah berakhir.

Menurutnya, safari politik tersebut dapat dibaca sebagai upaya Jokowi mempertahankan relevansi politik sekaligus menjaga jaringan dan basis pendukungnya.

Dalam perspektif Rocky, modal politik tersebut nantinya dapat menjadi bekal penting apabila Gibran benar-benar diarahkan untuk maju dalam kontestasi pemilihan presiden berikutnya.

Dengan demikian, aktivitas politik Jokowi tidak hanya dilihat sebagai upaya mempertahankan eksistensi pribadi, tetapi juga sebagai investasi politik jangka panjang untuk membangun elektabilitas dan jaringan yang dapat menguntungkan Gibran.

Rocky menilai, apabila kalkulasi tersebut benar, target akhirnya bukan sekadar mempertahankan posisi Gibran sebagai wakil presiden, melainkan membuka jalan bagi putra sulung Jokowi tersebut menuju kursi RI-1.