Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) mengatakan perang antara Amerika Serikat (AS) - Israel melawan Iran bakal membawa dampak ekonomi yang serius bagi indonesia apabila perang itu terjadi berlarut-larut.
Dia mengatakan, perang yang terjadi bakal memutus rantai pasok logistik dari Timur Tengah ke Indonesia yang memicu naiknya harga minyak. Apalagi saat ini Iran telah menutup Selat Hormuz yang menutup akses kapal-kapal pengangkut logistik.
Baca Juga: Analisa SBY Soal Kemungkinan Perang AS-Iran
"Pertama tentu harga minyak naik, pasti itu yang pertama. Logistik di antara Timur Tengah dan kita terputus," kata Jusuf Kalla dilansir Senin (2/3/2026).
Jusuf Kalla mengatakan, saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah, perang yang berimbas pada penutupan jalur dagang itu membuat posisi Indonesia dalam tekanan serius.
"Masalahnya yang biasanya kita mengimpor minyak dari Timur Tengah karena kita kekurangan, sekarang pasti stop. Jadi ekonomi kita akan terkena di situ. Hati-hati dalam waktu yang apabila ini lama. Mudah-mudahan cepat selesai," pungkasnya.
Adapun oritatas Iran langsung mengambil langkah penutupan Selat Hormuz setelah negara itu dibombardir oleh AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagaimana diketahui bersama, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut paling strategis di dunia, yang menjadi rute bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global. Penutupan jalur tersebut menjadi yang pertama kalinya sejak konflik dengan Israel pada 1979.
Selain minyak, Selat ini juga digunakan untuk mengangkut gas alam cair (LNG), petrokimia, dan barang-barang penting lainnya.
Baca Juga: Cara Kerja Pikiran dan Dampaknya pada Kesuksesan Hidup
Keamanan dan stabilitas jalur ini sangat penting untuk memastikan perdagangan global tetap berjalan lancar. Jika Selat ini diblokir atau terganggu, konsekuensinya bisa sangat serius terhadap harga energi global, rantai pasok, dan ekonomi di seluruh dunia.