Posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam rapat kabinet paripurna yang digelar awal pekan ini menjadi sorotan publik. Tidak sedikit warganet yang mempertanyakan mengapa Gibran tampak duduk sejajar dengan para menteri, alih-alih berada di samping Presiden Prabowo Subianto seperti lazimnya.
Menanggapi polemik yang berkembang, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pengaturan tempat duduk dalam rapat tersebut semata-mata didasarkan pada kebutuhan teknis dan tidak memiliki makna politik tertentu.
"Kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," ujar Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Rabu (22/07/2026).
Baca Juga: Kans Prabowo Gandeng Gibran di Pilpres 2029 Cuma 30 Persen
Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo pada saat itu menyampaikan banyak arahan yang didukung data dan menggunakan teleprompter. Karena itu, posisi Presiden ditempatkan di tengah ruangan agar lebih mudah terlihat oleh seluruh peserta rapat.
"Presiden banyak menyampaikan program dengan dukungan data, sehingga membutuhkan penggunaan teleprompter. Itu yang menyebabkan posisi Presiden berada di tengah-tengah," jelasnya.
Ia juga menepis berbagai spekulasi yang mengaitkan posisi duduk tersebut dengan hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden.
"Kami sekarang dalam posisi kompak-kompaknya. Semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis kerja prioritas Bapak Presiden," kata Prasetyo.
Baca Juga: Hmm... Ternyata Gibran Masih Sulit Diterima Publik
Senada dengan itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, menegaskan bahwa tata letak tempat duduk tidak ada kaitannya dengan kedudukan konstitusional Gibran sebagai Wakil Presiden.
"Pengaturan tempat duduk hanya semata-mata merupakan teknis penyelenggaraan acara. Tidak ada perubahan kedudukan ataupun pengurangan peran konstitusional Wakil Presiden," ujar Qodari.
Menurutnya, formasi ruangan dirancang agar seluruh peserta rapat dapat melihat Presiden dengan jelas, sekaligus memudahkan Prabowo melakukan kontak mata saat menyampaikan arahan kepada jajaran Kabinet Merah Putih.
Dalam rapat kabinet tersebut, Presiden Prabowo duduk di podium khusus, sementara Gibran berada di barisan terdepan di sisi kanan Presiden, tepat di samping Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Rapat kabinet paripurna itu sendiri dihadiri seluruh menteri, wakil menteri, kepala badan, dan pejabat setingkat menteri dengan susunan tempat duduk berbentuk huruf U.
Meski telah dijelaskan Istana, formasi tempat duduk tersebut telanjur menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejumlah akun bahkan mengaitkannya dengan isu hubungan politik di internal pemerintahan.
"BEDA DARI BIASANYA! Formasi Duduk Wapres Gibran Berubah di Sidang Kabinet, Kini Sejajar Menko!" tulis salah satu akun di media sosial.
Akun lainnya turut berkomentar, "Definisi habis manis sepah dibuang!"
Namun demikian, Istana memastikan tidak ada yang berubah dalam hubungan kerja maupun peran konstitusional Wakil Presiden.
Pemerintah menegaskan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih saat ini tetap fokus menjalankan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.