Pilpres 2029 masih beberapa tahun lagi, tetapi bursa calon dan peta persaingannya sudah mulai ramai diperbincangkan. Salah satu skenario yang kini muncul adalah kemungkinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali berduet

Pakar pemikiran Islam Hasyim Muhammad bahkan meyakini Prabowo-Gibran bakal kembali maju bersama pada Pilpres 2029. Jika itu benar-benar terjadi, ia menilai pasangan tersebut masih sangat sulit untuk dikalahkan.

"Kalau saya sih yakin Prabowo-Gibran bakal tetap maju bareng 2029 dan akan sulit terkalahkan," tulis Hasyim melalui akun X, dikutip Jumat (4/9/2026).

Baca Juga: Hasyim Blak-blakan Sebut Prabowo-Gibran Bakal Maju Bareng di Pilpres 2029: Sulit Dikalahkan yang Bisa Mengimbangi Cuma Anies-Ahok!

Namun, Hasyim melihat ada satu skenario yang berpotensi membuat peta persaingan berubah. Menurut dia, Prabowo-Gibran bisa mendapat lawan berat jika Anies Baswedan dan PDIP memilih untuk bersatu.

Bahkan, ia menilai kekuatan tersebut akan semakin besar apabila Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi figur yang mewakili PDIP dalam pertarungan politik tersebut.

"Hanya satu yang mungkin bisa mengalahkan mereka. Atau setidaknya mengimbangi: persatuan Anies dan PDIP," ujar Hasyim.

Baca Juga: Bagaimana Reaksi Ahok Ketika Diduetkan dengan Anies Baswedan untuk Pilpres 2029?

"Dan akan lebih kuat kalau Ahok yang mewakili PDIP," lanjutnya.

Hasyim juga melontarkan sindiran kepada kelompok-kelompok politik yang menurutnya memiliki peluang untuk menghadapi Prabowo, tetapi tidak mau membangun persatuan.

"Ngeyel bisa ngalahin Prabowo tapi nggak mau bersatu. Rasain aja ego kalian sendiri," pungkasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasyim saat merespons prediksi mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengenai peluang Prabowo kembali maju dan memenangkan Pilpres 2029.

Mahfud sebelumnya memperkirakan Prabowo memiliki kemungkinan besar untuk kembali mencalonkan diri. Bahkan, jika Prabowo memutuskan maju, Mahfud menilai peluangnya untuk kembali memenangkan Pilpres juga cukup besar.

"70 persen yakin Pak Prabowo akan mencalonkan diri lagi. Dan kalau dia mencalonkan diri lagi, peluangnya untuk menang besar," kata Mahfud.

Menurut Mahfud, konfigurasi politik saat ini masih cenderung menguntungkan Prabowo. Hingga kini, ia juga belum melihat tokoh lain yang memiliki kekuatan sebanding untuk menghadapi presiden petahana tersebut pada Pilpres 2029.

Kondisi itu membuat figur calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo nantinya dinilai bukan menjadi faktor utama penentu kemenangan. Selama basis kekuatan politik Prabowo tetap terjaga, siapa pun sosok yang dipilih sebagai pendamping disebut tidak terlalu menentukan peluangnya.

Baca Juga: Sukarelawan Prabowo Polisikan Budi Arie Terkait Pergantian Presiden Sebelum 2029

Meski begitu, prediksi Hasyim menunjukkan bahwa konfigurasi koalisi bisa menjadi faktor penting dalam mengubah peta persaingan. Jika Anies dan PDIP benar-benar bersatu, terlebih dengan Ahok sebagai figur yang diusung, pertarungan 2029 dinilai bisa menjadi jauh lebih sengit.

Untuk saat ini, seluruh skenario tersebut masih sebatas prediksi. Konfigurasi pasangan calon, koalisi partai, hingga siapa saja yang benar-benar akan masuk gelanggang Pilpres 2029 masih dapat berubah seiring dinamika politik nasional.