Dikemas sebagai limited modern edition, inovasi ini tetap mempertahankan standar kualitas serta resep turun-temurun yang telah dijaga selama puluhan tahun.
“Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan rasa baru, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga relevansi tanpa meninggalkan akar sejarah,” ungkap Eunike Christian, Direktur Pia Cap Mangkok, dikutip Kamis (12/3/2026).
Eunike menegaskan bahwa Pia Cap Mangkok ingin memastikan setiap wisatawan yang datang ke Malang dapat membawa pulang sesuatu yang memiliki makna lebih dari sekadar makanan.

“Kami ingin memastikan setiap orang yang datang ke Malang membawa pulang rasa yang menjadi bagian dari sejarah kota ini,” tambah Eunike.
Lebih jauh, Eunike menjelaskan bahwa melalui inovasi ini Pia Cap Mangkok ingin menegaskan posisinya bukan hanya sebagai produk kuliner, melainkan sebagai destination product atau produk yang secara khusus dicari dan dibawa pulang sebagai simbol pengalaman berkunjung ke Malang.
"Peluncuran kembali varian Pistachio Kunafa sekaligus menunjukkan bahwa warisan kuliner tidak bersifat statis. Heritage dapat terus hidup, berkembang, dan berdialog dengan selera generasi masa kini tanpa kehilangan identitasnya sebagai ikon kuliner kota," tandas Eunike.
Baca Juga: Ini Dia Kue Kering Lebaran Terfavorit Tahun 2025 Menurut Riset