Sebagai salah satu ikon oleh-oleh legendaris dari Kota Malang sejak 1959, Pia Cap Mangkok kembali menghadirkan inovasi yang memadukan tradisi dan tren global.

Menyambut Ramadan tahun ini, brand kuliner yang telah melekat dalam perjalanan wisata ke Malang tersebut meluncurkan kembali varian spesial Pistachio Kunafa, sebuah kreasi yang disebut sebagai modern expression of heritage.

Selama lebih dari 65 tahun, Pia Cap Mangkok tidak hanya dikenal sebagai camilan khas, tetapi juga bagian dari tradisi wisata ke Malang.

Membawa pulang pia bagi banyak wisatawan bukan sekadar membeli oleh-oleh, melainkan membawa pulang cerita, kenangan, dan sejarah dari kota tersebut.

Menariknya, hingga kini Pia Cap Mangkok tetap mempertahankan konsep eksklusivitasnya. Produk ini tidak didistribusikan secara masif ke berbagai daerah, melainkan hanya dapat diperoleh langsung di Malang.

Strategi ini memperkuat nilai autentisitas sekaligus menjadikan pia sebagai bagian dari pengalaman destinasi yang khas.

Hadirnya kembali varian Pistachio Kunafa di bulan Ramadan menjadi langkah strategis untuk menjembatani selera lintas generasi. Varian ini menggabungkan karakter pia legendaris dengan sentuhan rasa Timur Tengah yang tengah populer secara global.

Baca Juga: Resep Kaastengels Smoked Beef ala Chef Yongki Gunawan, Cocok Buat Isi Toples Kue Lebaran

Dikemas sebagai limited modern edition, inovasi ini tetap mempertahankan standar kualitas serta resep turun-temurun yang telah dijaga selama puluhan tahun.

“Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan rasa baru, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga relevansi tanpa meninggalkan akar sejarah,” ungkap Eunike Christian, Direktur Pia Cap Mangkok, dikutip Kamis (12/3/2026).

Eunike  menegaskan bahwa Pia Cap Mangkok ingin memastikan setiap wisatawan yang datang ke Malang dapat membawa pulang sesuatu yang memiliki makna lebih dari sekadar makanan.

“Kami ingin memastikan setiap orang yang datang ke Malang membawa pulang rasa yang menjadi bagian dari sejarah kota ini,” tambah Eunike.

Lebih jauh, Eunike menjelaskan bahwa melalui inovasi ini Pia Cap Mangkok ingin menegaskan posisinya bukan hanya sebagai produk kuliner, melainkan sebagai destination product atau produk yang secara khusus dicari dan dibawa pulang sebagai simbol pengalaman berkunjung ke Malang.

"Peluncuran kembali varian Pistachio Kunafa sekaligus menunjukkan bahwa warisan kuliner tidak bersifat statis. Heritage dapat terus hidup, berkembang, dan berdialog dengan selera generasi masa kini tanpa kehilangan identitasnya sebagai ikon kuliner kota," tandas Eunike.

Baca Juga: Ini Dia Kue Kering Lebaran Terfavorit Tahun 2025 Menurut Riset