Presiden Prabowo  Subianto meminta jajarannya untuk menyelidiki lebih jauh penanganan bencana kebakaran hutan yang belakangan marak terjadi di berbagai tempat di Indonesia.

Kepala Negara mengatakan, kasus kebakaran hutan mesti diselidiki secara sungguh-sungguh sebab kebakaran mengerikan itu bisa saja disengaja pihak tertentu untuk membuka lahan perkebunan baru. 

Baca Juga: Omongan Raja Juli Soal Asap Kebakaran Hutan Tak Punya KTP Disambar Anies Baswedan: Kok Dejavu Ya!

Prabowo mengaku sudah mendengar desas-desus ini, dimana pasca kebakaran muncul lahan perkebunan baru,  dia meminta agar dalang di baliknya diusut tak peduli perkebunan itu milik korporasi besar. 

"Saya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi,” kata Prabowo dalam rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta dilansir Rabu (9/9/2026). 

Data pemerintah mencatat sebanyak 138 orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus karhutla sejak Januari hingga awal September 2026.

Dari jumlah tersebut, 119 tersangka terkait kasus pembakaran yang dilakukan secara sengaja, sementara 19 lainnya terkait kelalaian. Total luas area yang terbakar mencapai 8.637 hektare.

Penindakan juga dilakukan terhadap sejumlah perusahaan. Pemerintah menjatuhkan sanksi administratif berupa pembekuan izin kepada 18 perusahaan, sementara 42 entitas lainnya dicabut izinnya.

“Tolong diselidiki terus," pintah Prabowo 

Dalam rapat tersebut, kepala negara juga menyorot bencana gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur yang menewaskan ratusan orang dan meluluhlantakan ratusan bangunan beberapa waktu lalu, selain itu kepala negara juga menyinggung erupsi gunung berapi di sejumlah daerah yang terjadi bersamaan beberapa hari lalu.

"Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores, kemudian aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan juga kebakaran hutan serta asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua," kata Prabowo. 

Prabowo menyebut, secara geografis, Indonesia memang sangat rentan terhadap bencana alam dimana bencana-bencana itu jelas mustahil untuk ditolak, namun pemerintah bisa menguatkan langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak bencana tersebut.

Prabowo menekankan bahwa mitigasi tidak boleh hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Pemerintah, kata dia, perlu memperkuat kesiapsiagaan agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat ditekan. 

Baca Juga: Pak Prabowo Harus Setop Bagi-bagi Kue, Presiden Tidak Harus Menyenangkan Semua Orang!

"Jadi kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," kata Prabowo.