Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menilai kemungkinan besar kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia lantaran dibakar oleh pihak tertentu.
Menurutnya, Karhutla yang terjadi bukan murni kebakaran.
"Sudah hampir pasti ini adalah dibakar, bukan kebakaran, baik itu dilakukan oleh personal masyarakat, pekebun-pekebun biasa, atau korporasi," katanya kepada wartawan, seperti dikutip Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Cegah Karhutla Meluas, Gubernur Papua Minta Kepala Daerah Siaga!
Baca Juga: Kemenhut Sebut Karhutla Sengaja untuk Buka Lahan Sawit, Bisakah Sawit Gantikan Hutan?
Baca Juga: Akhirnya Muncul Juga, Ini Alasan Raja Juli Tak Disamping Prabowo Pas Tinjau Karhutla
Lanjut Menteri Kabinet Pemerintahan Prabowo ini mengaku pihaknya telah bekerja sama dengan instansi terkait, sesuai dengan arahan Kepala Negara.
"Kami tidak akan pernah tumpul ke atas, tajam ke bawah. Siapa pun yang melakukan pelanggaran, siapa pun yang melakukan pelanggaran, tanpa terdiskriminasi, kami akan tindak sesuai dengan undang-undang kehutanan yang kami miliki," tegasnya.
Sebelumnya, Menhut mengklaim penurunan jumlah titik panas (hotspot) Karhutla pada akhir Agustus 2026, sebagaimana dilansir https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/ milik Kementerian Kehutanan pada akhir Agustus 2026.
"Kita lihat data dari tanggal 1 Agustus sampai dengan 31 Agustus (menurun)," tukasnya.