Pengamat Politik Hendri Satrio meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera merombak susunan kabinet Merah Putih untuk menggenjot kinerja pemerintah yang sekarang ini dinilai mandek alias jalan di tempat. 

Kendati mendesak kepala negara untuk kembali bongkar pasang kabinet, namun Hendri Satrio mengingatkan agar Prabowo tidak menjadikan reshuffle sebagai ajang bagi-bagi kue kekuasaan demi menyenangkan seluruh kolega politiknya, perombakan kabinet mesti dilakukan berdasarkan kebutuhan. 

Baca Juga: Umbar Sinyal Bakal Lawan Prabowo di Pilpres 2029, AHY Kena Colek Gerindra, Langsung Disuruh Putar Otak Bereskan Persoalan Rakyat!

“Menurut saya, tidak perlu Prabowo memaksakan harus bagi-bagi kursi, semuanya happy,” kata Hendri, dikutip Selasa (8/9/2026).

Supaya roda pemerintahan bisa berjalan efektif, Prabowo kata Hendri harus pandai memilih pembantunya, dia lantas mengusul beberapa kriteria, salah satunya adalah memilih orang-orang yang memang loyal kepadanya dan bisa diajak diskusi. Tipe menteri seperti ini kata dia bisa membantu Prabowo mengebut seluruh program kerja yang masih belum berjalan maksimal. 

“Mendingan Pak Prabowo pilih menteri-menteri yang memang loyal sama dia, bisa kerja sama dia, dan menterinya juga bisa ngobrol sama dia. Jadi kan enak. Pemerintahan juga bisa lebih cepat bergerak,” ujarnya. 

Bagi Hendri ada beberapa masalah yang terdapat pada kabinet sekarang yang membuat roda pemerintahan sukar melaju kencang, salah satu masalah pokoknya terletak pada komunikasi yang dinilai masih amburadul. Kemudian terdapat masalah fundamental yang sampai sekarang belum ditemukan jalan keluarnya yakni masalah hukum dan ekonomi. 

“Saya menyebut tiga masalah besar di pemerintahan saat ini itu adalah ekonomi, hukum, dan komunikasi,” ujarnya.

Masalah lain yang menghambat laju kinerja pemerintahan lanjut Hendri adalah sikap Prabowo yang selalu pasang badan pada segala persoalan yang dilakukan bawahannya.

Baca Juga: Anggaran Penanggulangan Bencana Jadi Omongan Gegara Dinilai Setara Ongkos MBG Sehari, Loyalis Jokowi Langsung Kasih Paham: Sini Om Ajarin!

Dia menyebut beban politik Prabowo terlampau berlebihan, untuk itu dia menilai reshuffle menjadi langkah paling realistis yang dapat dilakukan Prabowo sekarang ini. 

“Dia terlalu banyak pasang badan atas kekurangan menteri-menterinya,” tuntasnya.