Berselancar di media sosial tanpa henti atau doomscrolling kerap membuat seseorang terus terpapar berbagai informasi, tren, hingga perdebatan yang muncul di linimasa. Di tengah kondisi tersebut, kemampuan untuk mengambil jeda dan tidak mudah terbawa suasana menjadi semakin penting, terutama bagi generasi muda.
Fenomena itu menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi “Finding Your Calm in the Age of Chaos” yang digelar AQUA sebagai bagian dari rangkaian IdeaFest 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Talkshow yang dihadiri lebih dari 250 peserta tersebut menghadirkan Head of Brand AQUA Riza Rahman, aktor sekaligus entrepreneur dan sports enthusiast Daffa Wardhana, serta Co-Chair IdeaFest 2026 Desy Bachir sebagai moderator.
Diskusi tersebut mengajak generasi muda untuk belajar mengambil jeda atau pause ketika menghadapi berbagai situasi yang berpotensi memicu emosi, baik di dunia maya maupun kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: AQUA dan Citilink Dorong Ekonomi Sirkular lewat Pengelolaan Sampah Plastik dari Penerbangan
Head of Brand AQUA, Riza Rahman, mengatakan derasnya arus informasi membuat masyarakat seolah dituntut untuk selalu memberikan respons dengan cepat. Padahal, tidak semua hal harus langsung ditanggapi.
“Hari ini kita hidup di tengah informasi yang datang tanpa henti. Sering kali kita merasa harus langsung merespons semuanya, padahal tidak semua hal perlu ditanggapi saat itu juga,” ujar Riza.
Menurutnya, kemampuan untuk berhenti sejenak, mengatur diri, kemudian memberikan respons secara lebih sadar merupakan bagian dari sikap yang disebut AQUA sebagai “Kaum Adem”.
Riza menjelaskan, menjadi adem bukan berarti seseorang harus pasif atau tidak peduli terhadap berbagai persoalan. Sebaliknya, sikap tersebut justru dapat membantu seseorang tetap tenang ketika menghadapi situasi yang memanas sehingga mampu mengambil keputusan dengan lebih baik.
“Di tengah situasi seperti ini, selalu ada orang-orang yang memilih untuk pause, mengatur diri, lalu merespons dengan lebih sadar. Mereka inilah yang kami sebut sebagai Kaum Adem,” katanya.
Baca Juga: Merdeka dari Ketidakpastian, Kisah Yopanda Tumbuh Bersama Pabrik AQUA Tanggamus
Menurut Riza, mengambil jeda juga dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana dalam keseharian, salah satunya menjaga tubuh tetap terhidrasi. Hidrasi yang cukup disebut berperan dalam mendukung konsentrasi, fungsi kognitif, suasana hati, hingga performa dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Kadang yang kita butuhkan untuk recharge justru hal-hal sederhana. Menjaga hidrasi adalah salah satunya,” ujar Riza.
Pesan tersebut turut menjadi bagian dari kampanye AQUA “Hanya AQUA, yang Dingin Alaminya, Ademin Kamu”. Melalui kampanye ini, AQUA mengajak generasi muda menghadirkan lebih banyak energi positif dalam keseharian, termasuk dengan mengambil jeda sebelum berkomentar di media sosial, mengelola emosi ketika menghadapi tekanan, serta tetap fokus di tengah berbagai distraksi digital.
Riza mengatakan sikap “adem” sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, nilai kebersamaan dan keharmonisan yang selama ini melekat dalam kehidupan sosial masyarakat dapat menjadi bagian dari semangat tersebut.
“Sebagai bangsa, kita memiliki budaya yang menjunjung kebersamaan dan keharmonisan. Kami percaya bahwa sifat ‘adem’ sebenarnya sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Daffa Wardhana membagikan perspektifnya mengenai pentingnya menjaga ketenangan berdasarkan pengalamannya sebagai pelari marathon. Ia mengatakan tekanan dalam olahraga tidak hanya datang dari kondisi fisik, tetapi juga dari tantangan mental, terutama ketika pelari memasuki kilometer-kilometer krusial menjelang garis finis.
“Sebagai pelari marathon, saya belajar bahwa tidak semua tantangan harus dilawan dengan terburu-buru. Ada kalanya kita perlu melambat sejenak, mengatur napas, memastikan tubuh tetap terhidrasi, recharge, lalu kembali fokus pada langkah berikutnya,” ujar Daffa.
Baca Juga: Vino 'Gubernur Blok M' Ikut Ramaikan Pesta Kaum Adem AQUA, Intip Keseruannya!
Menurut Daffa, prinsip tersebut juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika berhadapan dengan tekanan dan berbagai distraksi, seseorang tidak selalu harus memberikan respons secara spontan. Mengambil jeda dapat membantu seseorang kembali fokus dan menentukan langkah berikutnya dengan lebih baik.
Semangat menjadi “Kaum Adem”, lanjut Daffa, juga dapat diwujudkan dengan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Selain aktif berolahraga, ia turut berkolaborasi dengan komunitas yang mengampanyekan donor darah bagi penyandang talasemia.
Melalui kegiatan lari bersama komunitas, Daffa ikut meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya dukungan bagi penyandang talasemia sekaligus mendorong edukasi mengenai penyakit tersebut.
Baca Juga: Blok M Jadi 'Negara Kaum Adem', AQUA Hadirkan Lomba 17-an hingga Secret Gig
Melalui diskusi di IdeaFest 2026, AQUA ingin mengajak generasi muda memahami bahwa menjadi “adem” bukan berarti menghindari tantangan ataupun berhenti bergerak. Sikap tersebut justru berkaitan dengan kemampuan untuk tetap tenang, adaptif, dan hadir sepenuhnya dalam menghadapi berbagai situasi.