Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut menyoroti pernyataan kontroversial Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang mengatakan asap kebakaran hutan Kalimantan yang kini telah menyebar ke negara tetangga tak punya Kartu Tanda Penduduk (KTP). Anies mengaku tidak asing dengan pernyataan tersebut.
"Kok seperti dejavu ya…” kata Anies Baswedan dilansir Olenka.id Rabu (2/9/2026).
Anies Baswedan sendiri pernah melontarkan pernyataan serupa pada debat Pilpres 2024 silam. Ketika itu Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Jokowi itu menjelaskan polusi udara Jakarta yang bisa disebabkan oleh faktor lain di luar Jakarta, dimana udara kotor dan tak sehat itu bisa saja terbangkan angin dari wilayah lain. Anies kemudian melontarkan pernyataan yang menyebut ‘angin tidak punya KTP’
Meski pernyataanya itu identik dengan yang disampaikan Raja Juli dalam kasus kebakaran hutan, namun menurut Anies analogi yang sama tak bisa dipakai pada kasus kebakaran hutan mengerikan yang menyebabkan asap berbahaya yang menyebar hingga ke negara tetangga.
Anies mengatakan, dalam kasus kebakaran hutan, semua kendali ada di tangan manusia, sementara kasus polusi udara yang ia jelaskan dulu berbeda, dimana kasus ini bisa terjadi karena faktor yang berada di luar kendali manusia.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Ganggu Negara Tetangga, Raja Juli: Asap Nggak Punya KTP!
“Catatan seriusnya: yang ini sumbernya di bawah kendali dan tanggung jawab kita,” ujarnya.
Sebelumnya, Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kebakaran hutan tidak hanya terjadi di Indonesia. Dia menyebut kebakaran juga terjadi di Serawak.
“Kebakaran itu tidak terjadi di kita saja. Di Serawak itu juga terjadi kebakaran hutan. Cuma ini arah angin kebetulan, kebetulan sekali. Asap nggak ada KTP-nya, gitu,” kata Raja Juli.
Menurut Raja Juli, arah angin turut menentukan ke mana asap akibat kebakaran bergerak. Dia menyebut asap dari kebakaran di wilayah tertentu bisa masuk ke Indonesia apabila terbawa angin.
“Arah anginnya kebetulan memang naik ke atas. Kalau seandainya arah anginnya di sini, ini kebakaran yang terjadi di sini juga akan masuk ke Indonesia. Karena memang asap nggak ada KTP-nya,” jelasnya.
Raja Juli menegaskan pemerintah tetap akan berupaya maksimal untuk mencegah karhutla memberikan dampak negatif kepada negara tetangga.
“Jadi kita tetap akan berjuang. Semaksimal mungkin kita tidak akan memberikan dampak negatif atau mudarat kepada tetangga kita. Tetapi perintah presiden, apa yang kita kerjakan hari ke hari, TNI, Polri, Manggala Agni ini untuk melindungi masyarakat kita, masyarakat Indonesia,” tandas Sekjen PSI tersebut