Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni meminta seluruh pihak untuk waspada dan siap terjun bersama untuk mengatasi personalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menurutnya, bulan September ini menjadi periode yang penting dalam menangani Karhutla.

Baca Juga: Sherina Munaf Terjun ke Lokasi Karhutla Kalimantan, Soroti Dampak Asap bagi Warga dan Orangutan

"Namun sekali lagi harus dijaga secara baik. Karena sekali lagi puncak Karhutla ini adalah bulan September. Ini medan perjuangan, ladang perjuangannya justru di September ini," ujarnya kepada wartawan, seperti dikutip Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Anak Buah Prabowo yang Ngomong: Karhutla Terjadi Gegara Dibakar!

Baca Juga: Cegah Karhutla Meluas, Gubernur Papua Minta Kepala Daerah Siaga!

Lanjutnya, ia mengatakan dalam perkembangan Karhutla masih dibutuhkan perhatian yang serius di sejumlah daerah, khususnya Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang kembali menunjukkan peningkatan hotspot.

Karena itu, pihaknya bersama beberapa pihak melakukan pemantauan udara kondisi Karhutla di Jambi.  "Khusus di Jambi seperti yang saya katakan tadi, trennya baik. Bahkan per hari kemarin hotspot-nya nol. Cuman itu data per jam 23.59 hari yang lalu. Ternyata pagi hari ini bertambah hotspot-nya. Fire spotnya dicek kembali tadi saya sudah sampaikan pada Kepala BPBD. Relatif ya, relatif oke," ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan Karhutla. Sebab menurutnya, perlu adanya kewaspadaan selama September.  

"Jadi semua saya harap, Pemda, TNI, Polri, termasuk masyarakat, diharapkan bersama-sama berpartisipasi untuk mengatasi persoalan karhutla ini," tukasnya.